Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Mei 2025 | 02.54 WIB

Tanda Kamu Jarang Memprioritaskan Diri Sendiri dan Selalu Menganggap Kebutuhanmu Tidak Penting

Tanda Kamu Jarang Memprioritaskan Diri Sendiri dan Selalu Menganggap Kebutuhanmu Tidak Penting - Image

Tanda Kamu Jarang Memprioritaskan Diri Sendiri dan Selalu Menganggap Kebutuhanmu Tidak Penting

JawaPos.com - Di dunia ini ada banyak orang baik. Tapi ada juga tipe orang yang kebaikannya kadang terlalu "nggak wajar" sampai-sampai merugikan dirinya sendiri.

Mereka begitu memikirkan kebahagiaan orang lain, tapi lupa bertanya pada diri sendiri: "Kapan terakhir kali aku bahagia karena keputusan yang aku buat sendiri?"

Kalau kamu merasa relate, bisa jadi kamu termasuk orang yang jarang memprioritaskan diri sendiri dan sering merasa kebutuhanmu nggak sepenting milik orang lain. Dilansir dari DM News, yuk, kenali tanda-tandanya.

1. Keseringan Minta Maaf, Bahkan Ketika Kamu Nggak Salah

Permintaan maaf bisa jadi refleks buat kamu. Bahkan untuk hal-hal sepele yang sebenarnya bukan salahmu, kamu tetap minta maaf. Misalnya, telat sedikit bales chat karena sibuk kerja, kamu buru-buru minta maaf.

Padahal nggak perlu. Kebiasaan ini sering muncul dari rasa takut dianggap mengganggu atau menyusahkan orang lain.

Mulai sekarang, coba perhatikan kapan kamu benar-benar perlu minta maaf, dan kapan kamu cuma merasa wajib minta maaf padahal sebenarnya nggak perlu.

2. Kamu Ingin Semua Orang Bahagia

Kedengarannya mulia, tapi kenyataannya bisa jadi jebakan. Kalau kamu selalu bilang “iya” untuk semua ajakan atau permintaan orang lain, lama-lama kamu sendiri yang kelelahan.

Kamu seperti teko air yang terus menuang untuk isi gelas orang lain, tanpa sadar bahwa dirimu sendiri mulai kosong. Perasaan ingin menyenangkan semua orang itu sebenarnya bentuk ketakutan akan penolakan.

Padahal, sesekali bilang “tidak” bukan berarti kamu orang jahat—itu justru langkah sehat buat membela diri sendiri.

3. Kamu Takut Berpendapat

Setiap kali ingin menyampaikan uneg-uneg, kamu merasa cemas. Takut pendapatmu menyakiti hati orang lain. Takut dianggap terlalu keras.

Lama-lama, kamu jadi lebih sering diam, menahan pendapat sendiri demi menjaga perasaan orang lain. Tapi sayangnya, kamu jadi kehilangan suara. Padahal kamu punya hak untuk didengar.

Belajar berani menyuarakan pikiran bisa jadi langkah awal untuk mengembalikan keberanian yang sempat hilang.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore