Hangat dengan teman (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Pernahkah kamu melihat seseorang yang begitu hangat dan ceria saat bersama teman-temannya, tapi berubah jadi dingin saat sedang bersama keluarganya? Hal seperti ini sebenarnya nggak aneh, dan mungkin bikin kamu penasaran, kenapa sikapnya bisa begitu berbeda?
Sering kali, perilaku semacam ini punya akar dari pengalaman masa kecil. Pengalaman dan situasi yang kamu alami saat tumbuh besar bisa membentuk cara kamu berinteraksi dengan orang-orang terdekat, baik itu keluarga maupun teman.
Dilansir dari laman Parent From Heart pada Rabu (14/05), kita akan bahas tujuh pengalaman umum yang sering kali jadi penyebab kenapa seseorang bisa begitu hangat ke teman tapi terasa dingin ke keluarganya.
Baca Juga: Menurut Psikologi: 8 Hal Ini Selalu Dilakukan oleh Gen Z untuk Kesehatan Mental, Apa Saja?
1. Menghindari Rasa Rentan
Hubungan keluarga biasanya punya kedalaman emosional yang lebih intens dibanding pertemanan. Dan semakin dalam keterlibatan emosional, semakin besar juga potensi sakit hati. Kalau kamu pernah mengalami luka atau kekecewaan dari keluarga waktu kecil, mungkin tanpa sadar kamu membangun tembok pelindung saat berinteraksi dengan mereka.
Sementara itu, dengan teman, kamu mungkin merasa lebih aman untuk jadi diri sendiri. Persahabatan biasanya nggak punya beban emosional sebesar hubungan keluarga, jadi kamu lebih mudah terbuka dan hangat. Memahami hal ini bukan berarti kamu harus mengungkit masa lalu, tapi lebih ke arah menumbuhkan empati terutama buat hubunganmu saat ini.
2. Harapan dan Tekanan yang Tinggi
Kalau kamu pernah merasa harus selalu jadi yang terbaik di mata keluarga baik dalam pelajaran, sikap, atau pencapaian lainnya mungkin kamu tahu betapa beratnya beban itu. Orang yang hangat ke teman tapi dingin ke keluarga sering kali pernah hidup di bawah ekspektasi yang tinggi sejak kecil. Rasa lelah karena selalu dituntut sempurna bisa menciptakan jarak emosional.
Bisa jadi kamu merasa nggak pernah cukup, seberapa kerasnya kamu berusaha. Akhirnya, kamu jadi waspada terus saat bersama keluarga, seolah-olah harus berhati-hati supaya nggak mengecewakan mereka. Sebaliknya, saat kamu bersama teman, kamu bisa bernapas lega. Kamu nggak perlu berpura-pura, nggak harus sempurna. Teman menerimamu dengan segala kekuranganmu. Itulah kenapa kamu bisa lebih hangat dan terbuka ke mereka.
3. Ketersediaan Emosi yang Nggak Konsisten
Pernah merasa keluargamu secara emosional "hadir, tapi nggak hadir?" Maksudnya, kadang mereka peduli, kadang nggak. Kadang mendukung, kadang cuek. Ketidakkonsistenan seperti ini bisa bikin anak merasa bingung dan nggak aman secara emosional. Kalau dari kecil kamu nggak tahu kapan bisa mengandalkan orang rumah, kamu mungkin belajar untuk jaga jarak.
Secara nggak sadar, kamu jadi lebih dingin dan menutup diri dalam lingkungan keluarga. Sebaliknya, kamu bisa lebih dekat dan terbuka ke teman yang secara konsisten hadir untukmu. Kamu mencari rasa aman yang nggak kamu dapatkan di rumah—dan menemukannya di luar lingkaran keluarga.
4. Terpaksa Mandiri sejak Kecil

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
