Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 15 Mei 2025 | 19.51 WIB

Hangat ke Teman tapi Dingin ke Keluarga, Ini 7 Pengalaman Masa Kecil yang Mungkin Jadi Alasannya

Hangat dengan teman (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Pernahkah kamu melihat seseorang yang begitu hangat dan ceria saat bersama teman-temannya, tapi berubah jadi dingin saat sedang bersama keluarganya? Hal seperti ini sebenarnya nggak aneh, dan mungkin bikin kamu penasaran, kenapa sikapnya bisa begitu berbeda?

Sering kali, perilaku semacam ini punya akar dari pengalaman masa kecil. Pengalaman dan situasi yang kamu alami saat tumbuh besar bisa membentuk cara kamu berinteraksi dengan orang-orang terdekat, baik itu keluarga maupun teman.

Dilansir dari laman Parent From Heart pada Rabu (14/05), kita akan bahas tujuh pengalaman umum yang sering kali jadi penyebab kenapa seseorang bisa begitu hangat ke teman tapi terasa dingin ke keluarganya.

1. Menghindari Rasa Rentan

Hubungan keluarga biasanya punya kedalaman emosional yang lebih intens dibanding pertemanan. Dan semakin dalam keterlibatan emosional, semakin besar juga potensi sakit hati. Kalau kamu pernah mengalami luka atau kekecewaan dari keluarga waktu kecil, mungkin tanpa sadar kamu membangun tembok pelindung saat berinteraksi dengan mereka. 

Sementara itu, dengan teman, kamu mungkin merasa lebih aman untuk jadi diri sendiri. Persahabatan biasanya nggak punya beban emosional sebesar hubungan keluarga, jadi kamu lebih mudah terbuka dan hangat. Memahami hal ini bukan berarti kamu harus mengungkit masa lalu, tapi lebih ke arah menumbuhkan empati terutama buat hubunganmu saat ini.

2. Harapan dan Tekanan yang Tinggi

Kalau kamu pernah merasa harus selalu jadi yang terbaik di mata keluarga baik dalam pelajaran, sikap, atau pencapaian lainnya mungkin kamu tahu betapa beratnya beban itu. Orang yang hangat ke teman tapi dingin ke keluarga sering kali pernah hidup di bawah ekspektasi yang tinggi sejak kecil. Rasa lelah karena selalu dituntut sempurna bisa menciptakan jarak emosional.

Bisa jadi kamu merasa nggak pernah cukup, seberapa kerasnya kamu berusaha. Akhirnya, kamu jadi waspada terus saat bersama keluarga, seolah-olah harus berhati-hati supaya nggak mengecewakan mereka. Sebaliknya, saat kamu bersama teman, kamu bisa bernapas lega.  Kamu nggak perlu berpura-pura, nggak harus sempurna. Teman menerimamu dengan segala kekuranganmu. Itulah kenapa kamu bisa lebih hangat dan terbuka ke mereka.

3. Ketersediaan Emosi yang Nggak Konsisten

Pernah merasa keluargamu secara emosional "hadir, tapi nggak hadir?" Maksudnya, kadang mereka peduli, kadang nggak. Kadang mendukung, kadang cuek. Ketidakkonsistenan seperti ini bisa bikin anak merasa bingung dan nggak aman secara emosional. Kalau dari kecil kamu nggak tahu kapan bisa mengandalkan orang rumah, kamu mungkin belajar untuk jaga jarak.

Secara nggak sadar, kamu jadi lebih dingin dan menutup diri dalam lingkungan keluarga. Sebaliknya, kamu bisa lebih dekat dan terbuka ke teman yang secara konsisten hadir untukmu. Kamu mencari rasa aman yang nggak kamu dapatkan di rumah—dan menemukannya di luar lingkaran keluarga.

4. Terpaksa Mandiri sejak Kecil

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore