
Ilustrasi orang yang cemas dan gelisah saat minum kopi.
JawaPos.com - Bagi sebagian orang, secangkir kopi adalah kunci untuk memulai hari dengan energi dan fokus. Namun, bagi yang lain, hal itu membuat mereka terjerumus dalam kecemasan dan kegelisahan.
Ada yang bisa habiskan bercangkir-cangkir kopi dalam sehari, ada yang malah tidak nyaman hanya karena aroma kopi. Semuanya bergantung pada karakter psikologis unik setiap orang.
Dikutip dari Geediting.com, ada beberapa kondisi psikologis yang menjadi penyebab kegelisahan seseorang saat minum kopi. Penasaran apa saja? Yuk simak penjelasannya.
1. Sensitivitas terhadap Stimulan
Sudah menjadi fakta umum bahwa kopi adalah stimulan. Bagi banyak orang, kopi adalah dorongan energi yang mendorong mereka bangun dari tempat tidur di pagi hari. Namun, bagi sebagian orang, stimulan yang sama dapat memicu datangnya kecemasan dan kegugupan.
Hal ini sering kali disebabkan oleh meningkatnya kepekaan terhadap kafein.
Jika Anda merasa gelisah setelah satu atau dua tegukan kopi, bisa jadi itu karena tubuh Anda memetabolisme kafein secara berbeda dari orang lain.
Sistem tubuh Anda mungkin memprosesnya lebih lambat, yang menyebabkan peningkatan detak jantung, kegelisahan, dan perasaan cemas. Ini tidak berarti Anda harus berhenti minum kopi sepenuhnya – tetapi mungkin pertimbangkan untuk beralih ke campuran kopi dengan kandungan kafein lebih rendah atau membatasi konsumsi kopi.
2. Kecenderungan Berpikir Berlebihan
Sering kali terbangun di malam hari dengan pikiran yang berkecamuk dalam benak, tidak dapat beristirahat dan bersantai? Kebiasaan minum kopi larut malam turut menjadi penyebabnya.
Terlalu banyak berpikir, cenderung menganalisis segalanya, memikirkan kemungkinan, dan sering kali kesulitan dalam mengambil keputusan.
Menurut psikolog, ini adalah sifat umum di antara mereka yang mengalami kecemasan.
Sekarang, gabungkan pikiran berlebihan dengan kafein. Kopi merangsang sistem saraf pusat dan dapat meningkatkan kewaspadaan mental. Ini mungkin terdengar bagus, tetapi bagi seorang pemikir berlebihan, ini dapat berubah menjadi maraton pikiran dan memperburuk keadaan.
Mengurangi konsumsi kopi, terutama di malam hari, bisa membantu menenangkan pikiran. Hal ini membuat Anda bisa menenangkan diri di penghujung hari alih-alih terjebak dalam pusaran pikiran.
3. Kepribadian Introvert
Introvert, secara alami, cenderung lebih peka terhadap lingkungan dan rangsangannya. Mereka nyaman dengan lingkungan yang tenang dan sunyi juga sering kali kewalahan dengan terlalu banyak aktivitas atau kebisingan.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
3 Fakta Respons Kedubes Iran usai Pidato Prabowo soal Nuklir, Tegaskan Programnya Hanya untuk Tujuan
