ilustrasi gambar kopi dari pinterest/yasna moreno
JawaPos.com – Bagi banyak orang, secangkir kopi menjadi bagian penting untuk memulai hari.
Kabar baiknya, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kebiasaan tersebut umumnya tidak perlu dikhawatirkan.
Menurut kutipan di Psychology Today, konsumsi kopi dalam jumlah sedang dinilai aman bagi sebagian besar orang dewasa yang sehat dan bahkan dikaitkan dengan berbagai manfaat bagi kesehatan, terutama kesehatan jantung.
Kopi tidak hanya mengandung kafein, tetapi juga ratusan senyawa bioaktif seperti antioksidan yang diduga berkontribusi terhadap manfaat kesehatannya.
Berbagai studi observasional menemukan bahwa orang yang mengonsumsi sekitar dua hingga empat cangkir kopi per hari cenderung memiliki risiko lebih rendah mengalami penyakit kardiovaskular, stroke, diabetes tipe 2, hingga kematian dini.
Namun, penelitian tersebut menunjukkan hubungan, bukan bukti bahwa kopi secara langsung menjadi penyebab manfaat tersebut.
Para ahli menekankan bahwa respons setiap orang terhadap kafein tidak sama. Bagi sebagian individu, kopi dapat meningkatkan fokus dan kewaspadaan.
Sebaliknya, pada orang yang sensitif terhadap kafein atau memiliki gangguan kecemasan tertentu, konsumsi kopi dapat memicu jantung berdebar, rasa gelisah, atau mengganggu kualitas tidur, terutama jika diminum pada sore atau malam hari.
Artikel tersebut juga menjelaskan bahwa ketergantungan terhadap kafein memang dapat terjadi, misalnya muncul sakit kepala atau rasa lelah ketika tiba-tiba berhenti minum kopi.
Namun, kondisi ini berbeda dengan kecanduan yang biasanya ditandai dengan perilaku kompulsif dan dampak serius terhadap kehidupan sehari-hari.
Karena itu, para ahli menyarankan agar masyarakat tidak menyamakan konsumsi kopi dengan penyalahgunaan zat adiktif lain.
Pada akhirnya, tidak ada aturan yang berlaku untuk semua orang. Bagi kebanyakan orang dewasa yang sehat, asupan kafein hingga sekitar 400 miligram per hari—setara dengan sekitar empat cangkir kopi seduh, tergantung jenis dan cara penyajiannya—umumnya dianggap aman.
Namun, orang dengan kondisi kesehatan tertentu, ibu hamil, atau mereka yang sangat sensitif terhadap kafein sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai jumlah konsumsi yang paling sesuai.