Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 Mei 2025 | 00.28 WIB

3 Kebodohan Sifat Gen Z Ini Menghambat Mereka di Dunia Kerja: Sadar dan Intropeksi Diri Dulu

Raymond Chin bahas tiga sifat jelek Gen Z (Youtube) - Image

Raymond Chin bahas tiga sifat jelek Gen Z (Youtube)

JawaPos.com - Dalam dunia kerja, sekadar punya ide cemerlang dan kemampuan teknis saja tidak cukup.

Ada sifat-sifat yang, jika tidak disadari sejak awal, bisa menjadi batu sandungan dalam perjalanan karier. Seperti pola pikir yang diam-diam, tentu bisa menjadi penghambat kesuksesan.

Sebuah video dari Raymond Chin yang mengkritisi sikap dan mentalitas sebagian Gen Z telah menjadi viral (26/12/24), dengan lebih dari 1,1 juta penonton dan 64 ribu likes per 9 Mei 2025.

Dalam videonya, Raymond menyoroti beberapa karakteristik negatif yang menurutnya dapat menjadi penghambat kesuksesan generasi ini di dunia profesional.

Meski begitu, Raymond menekankan bahwa tidak semua sifat Gen Z itu negatif. Ia menyebut generasi ini sebagai generasi yang akan memegang kendali dan menentukan arah dunia dalam 10 hingga 20 tahun ke depan.

Justru karena itu, ia merasa penting untuk mengkritik secara konstruktif agar Gen Z bisa berkembang lebih baik.

1. Baperan: Profesionalitas Tak Bisa Berdasarkan Mood
Raymond menyoroti kecenderungan sebagian Gen Z yang terlalu terbawa perasaan (baper) dalam lingkungan kerja.

Padahal, di dunia profesional berlaku prinsip "professional is professional". Artinya, ketika diberi tanggung jawab, pekerjaan harus diselesaikan tanpa mempermasalahkan mood atau suasana hati.

"Kalau dikritik, ya diterima. Kalau nggak mood, ya tetap kerja. Apalagi kalau ada uang dan tanggung jawab di situ," ujar Raymond.

Ia juga menyayangkan sikap diam atau pasif-agresif yang ditunjukkan ketika menghadapi masalah di tempat kerja. Komunikasi dan komitmen jauh lebih penting daripada sekadar perasaan pribadi.

2. Naif: Terlalu Percaya Apa yang Dilihat di Media Sosial
Menurut Raymond, banyak Gen Z yang masih naif dan mudah percaya dengan apa yang mereka lihat di media sosial. Padahal, konten yang dibagikan di sana sering kali sudah dikurasi atau diedit sedemikian rupa untuk membangun kredibilitas atau pencitraan.

Ia menyarankan agar Gen Z mulai berpikir lebih kritis terhadap informasi yang mereka konsumsi. “Tanyakan ‘why’, jangan telan mentah-mentah semua yang ada di layar.”

3. Ingin Serba Instan: Menghindari Proses dan Perjuangan
Sikap ingin serba instan tanpa berpikir panjang juga menjadi tantangan besar bagi banyak Gen Z. Dalam dunia profesional, kualitas seperti ketekunan (perseverance) dan ketahanan mental (resilience) tidak bisa digantikan dengan jalan pintas.

Kesuksesan membutuhkan proses, perjuangan, dan pembelajaran berkelanjutan. Raymond menyarankan agar Gen Z lebih sering melakukan introspeksi, berdiskusi dengan teman dekat, serta membuka diri untuk belajar dari generasi sebelumnya.

Ambil hal-hal positif dari generasi lain—seperti pengalaman dan keteguhan—dan padukan dengan keunggulan sifat Gen Z seperti kreativitas, kecepatan belajar, dan rasa ingin tahu yang tinggi. Yang terpenting, jangan biarkan ego terlalu tinggi hingga menolak cara-cara lama yang sebenarnya masih relevan. Perubahan sejati selalu dimulai dari kesadaran diri.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore