Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 3 Mei 2025 | 12.16 WIB

Pasangan yang Sering Mem-posting Hubungannya di Media Sosial Lebih Rentan Putus Menurut Psikologi, Ini 7 Alasannya!

Ilustrasi pasangan yang sering mem-posting hubungannya di media sosial (Sumber foto: freepik/ Drazen Zigic) - Image

Ilustrasi pasangan yang sering mem-posting hubungannya di media sosial (Sumber foto: freepik/ Drazen Zigic)

JawaPos.com - Di era digital saat ini, media sosial bukan hanya tempat berbagi informasi, tetapi juga menjadi wadah untuk menampilkan kehidupan pribadi, termasuk kisah cinta.

Tak jarang kita melihat pasangan yang rajin mengunggah foto romantis, caption manis, hingga video penuh kemesraan seolah ingin menunjukkan betapa bahagianya mereka.

Namun, tahukah kamu bahwa menurut pandangan psikologi, pasangan yang terlalu sering memamerkan hubungan di media sosial justru lebih rentan mengalami keretakan dan perpisahan.

Dilansir dari laman Small Business Bonfire pada Jumat (2/5), berikut merupakan 7 alasan mengapa pasangan yang sering mem-posting hubungannya di media sosial lebih rentan putus, menurut psikologi.

1. Media sosial sebagai tempat mencari pengakuan

Banyak pasangan saat ini menggunakan media sosial untuk membagikan momen kebersamaan mereka.

Namun, tak jarang hal ini bukan semata-mata karena mereka sedang benar-benar bahagia, melainkan karena ingin mendapat pengakuan dari orang lain.

Mereka ingin orang lain melihat bahwa hubungan mereka terlihat sempurna dan penuh cinta.

Sayangnya, jika terlalu bergantung pada pujian atau komentar dari dunia maya, bisa jadi itu pertanda adanya ketidakpuasan atau keraguan dalam hubungan itu sendiri.

Hubungan yang sehat seharusnya tumbuh dari kepercayaan dan kenyamanan bersama, bukan dari validasi yang datang dari luar.

2. Tekanan untuk menjaga citra di media sosial

Awalnya, membagikan momen romantis dengan pasangan di media sosial mungkin terasa menyenangkan dan wajar. Namun, seiring waktu, hal itu bisa berubah menjadi tekanan untuk selalu terlihat bahagia dan sempurna.

Pasangan mungkin mulai memaksakan diri untuk membuat unggahan yang manis, meskipun di kehidupan nyata mereka sedang menghadapi masalah.

Mereka menjadi lebih sibuk membangun citra di dunia maya daripada memperbaiki hubungan yang sebenarnya. Akibatnya, energi yang seharusnya digunakan untuk mempererat hubungan justru habis untuk menjaga tampilan luar.

3. Gangguan terhadap komunikasi yang nyata

Berbagi momen dengan pasangan di media sosial memang menyenangkan, tetapi jika dilakukan secara berlebihan, justru bisa mengganggu komunikasi yang sesungguhnya.

Pasangan mungkin menjadi lebih fokus pada bagaimana membuat unggahan yang menarik daripada berbicara satu sama lain dengan tulus.

Waktu yang seharusnya digunakan untuk mendengarkan dan memahami perasaan pasangan, malah teralihkan oleh ponsel dan notifikasi.

Padahal, hubungan yang kuat membutuhkan komunikasi yang jujur, terbuka, dan berkualitas, yang hanya bisa dibangun melalui interaksi langsung, bukan lewat layar.

4. Antara penampilan dan kenyataan

Ada anggapan bahwa pasangan yang sering menunjukkan kemesraan di media sosial adalah pasangan yang paling bahagia. Padahal, kenyataannya belum tentu demikian.

Bisa saja mereka sedang berusaha menutupi masalah dalam hubungan dengan memamerkan hal-hal yang tampak indah di mata orang lain. Ini bisa menjadi bentuk penyangkalan terhadap kenyataan yang sedang mereka hadapi.

Jika hanya fokus pada penampilan luar, tanpa menyelesaikan persoalan yang ada, hubungan tersebut bisa menjadi rapuh dan mudah retak di kemudian hari.

5. Kebutuhan untuk memiliki ruang pribadi

Dalam sebuah hubungan, memiliki ruang pribadi adalah hal yang penting dan sehat. Setiap individu butuh waktu untuk diri sendiri agar bisa tumbuh dan menjaga keseimbangan emosional.

Namun, jika pasangan terlalu sering mengekspos kehidupan pribadi mereka di media sosial, batas antara hubungan dan privasi bisa menjadi kabur. Salah satu pihak mungkin merasa tidak nyaman karena kehilangan ruang untuk dirinya sendiri.

Hubungan yang baik adalah yang memberi ruang untuk berkembang, bukan yang mengekang. Menyimpan beberapa momen hanya untuk berdua juga bisa menjadi cara menjaga kedekatan yang lebih bermakna.

6. Pentingnya keaslian dalam hubungan

Yang membuat sebuah hubungan terasa indah bukanlah seberapa sering ia ditampilkan di media sosial, tetapi seberapa tulus dan nyata perasaan yang ada di dalamnya.

Keaslian sangat penting dalam membangun hubungan yang kokoh dan tahan lama. Jika sebuah hubungan hanya terlihat indah dari luar, namun di dalamnya penuh kepura-puraan, maka kebahagiaan itu tidak akan bertahan lama.

Cinta sejati bukan tentang berapa banyak orang yang menyukai unggahan kalian, melainkan tentang bagaimana kalian saling mendukung, menerima kekurangan satu sama lain, dan berjalan bersama dalam suka maupun duka.

7. Ilusi keintiman

Melihat pasangan yang sering memamerkan kebersamaan mereka di media sosial bisa memberikan kesan bahwa mereka sangat dekat dan harmonis.

Namun, kenyataannya bisa sangat berbeda. Media sosial hanya menampilkan momen-momen terbaik, seperti senyuman, liburan, atau perayaan.

Kita tidak bisa melihat sisi lain seperti pertengkaran, perbedaan pendapat, atau proses saling memahami yang sebenarnya lebih penting dalam hubungan.

Ketika keintiman yang ditampilkan hanyalah hasil dari filter dan pose, bukan dari kenyataan, hubungan tersebut bisa kehilangan kedalaman dan keasliannya.


Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore