
Ilustrasi seseorang yang sedang berpikir dalam keheningan. (Freepik)
JawaPos.com - Musik yang dulu mereka anggap menghibur dan sebagai stress-relief, tapi saat ini sudah berubah menjadi suka akan keheningan. Tempat yang sepi dan sunyi mampu membuatnya terbawa ke alam yang lebih tenang.
Mengutip dari laman Greatmind pada Selasa (29/04) saat kita berada dalam keheningan, akan puas dengan pikiran, menemukan jati diri, dan menemukan arti sukses sebenarnya.
Keheningan juga bisa mengantarkan kita mencapai potensi diri yang mungkin selama ini tersembunyi. Oleh karena itu bisa menjadi terapi yang tepat sebelum memulai aktivitas. Mungkin inilah yang dianggap oleh mereka bahwa keheningan lebih menghibur daripada musik.
Dilansir dari laman Blog Herald pada Selasa (29/04) inilah 8 sifat orang yang saat ini lebih menyukai keheningan daripada musik :
1. Apresiasi untuk kesendirian
Keheningan dan kesendirian sering berjalan beriringan. Bagi sebagian orang, itu mungkin terdengar seperti mimpi buruk mutlak, tetapi bagi mereka yang sekarang menemukan keheningan lebih menghibur daripada musik.
Mereka adalah orang-orang yang menikmati saat-saat tenang, menemukan kedamaian dalam keheningan yang hanya dapat ditemukan ketika seseorang ditinggalkan sendirian.
Momen hening memungkinkan mereka untuk merenungkan, memproses, dan memahami emosi secara lebih menyeluruh. Di dunia yang penuh dengan kebisingan, mereka telah menguasai seni menemukan ketenangan dalam kesendirian.
2. Kecenderungan untuk berpikir berlebihan
Kita adalah pemikir, penganalisis, sering tersesat dalam dunia pikiran sendiri. Musik meskipun terkadang menenangkan, dapat menambahkan lapisan kompleksitas lain pada pikiran kita yang sudah sibuk.
Namun, dalam kesunyian ini kita menemukan ruang untuk berpikir, merenung, introspeksi. Di saat-saat keheningan inilah kita sering menemukan wawasan paling mendalam dan menghasilkan ide-ide paling inovatif. Berpikir berlebihan tidak selalu merupakan kutukan dalam keheningan, tapi itu bisa menjadi sekutu terbesar kita.
3. Sensitivitas tinggi terhadap input sensorik
Orang dengan sifat ini sering menemukan suara keras, cahaya terang, dan bahkan tekstur tertentu yang luar biasa. Maka, tidak mengherankan bahwa mereka akan menemukan perlindungan dalam keheningan.
Alih-alih tersesat dalam ritme atau melodi, mereka tersesat dalam kesunyian. Kurangnya input pendengaran memberi indra kesempatan untuk beristirahat dan mengatur ulang, memberikan istirahat yang sangat dibutuhkan dari pemboman informasi sensorik yang terus-menerus.
4. Hubungan mendalam dengan alam

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
