Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Mei 2026 | 20.54 WIB

Orang yang Bisa Duduk dalam Keheningan Tanpa Merasa Canggung Biasanya Memiliki 8 Kualitas Ini Menurut Psikologi

seseorang yang duduk dalam keheningan total tanpa canggung / foto: Magnific/benzoix - Image

seseorang yang duduk dalam keheningan total tanpa canggung / foto: Magnific/benzoix

JawaPos.com - Di dunia yang penuh notifikasi, percakapan tanpa henti, dan kebutuhan untuk selalu “terlihat aktif”, keheningan sering dianggap aneh. Banyak orang merasa harus mengisi setiap jeda dengan kata-kata, candaan, atau sekadar membuka ponsel agar suasana tidak terasa canggung.

Namun ada tipe orang yang berbeda.

Mereka bisa duduk dalam keheningan total — bersama orang lain maupun sendirian — tanpa merasa gelisah sedikit pun. Mereka tidak buru-buru berbicara hanya demi memecah suasana. Mereka juga tidak panik ketika percakapan berhenti beberapa detik.

Menariknya, psikologi melihat kemampuan ini bukan sebagai sifat “dingin” atau antisosial. Justru sebaliknya. Orang yang nyaman dengan keheningan sering memiliki kematangan emosional dan kualitas mental tertentu yang tidak dimiliki semua orang.

Dilansir dari Expert Editor pada Selasa (19/5), terdapat delapan kualitas yang biasanya dimiliki oleh orang-orang yang bisa menikmati keheningan tanpa merasa canggung.

1. Mereka Memiliki Regulasi Emosi yang Baik

Banyak orang merasa tidak nyaman saat suasana hening karena otak mereka menganggap keheningan sebagai tanda masalah sosial. Ada rasa takut dinilai, takut dianggap membosankan, atau takut hubungan menjadi renggang.

Orang yang nyaman dalam keheningan tidak terlalu dikendalikan oleh kecemasan sosial semacam itu.

Mereka mampu mengatur emosi dengan baik. Ketika situasi menjadi sunyi, mereka tidak langsung panik atau merasa harus “menyelamatkan” suasana. Mereka tahu bahwa jeda adalah bagian normal dari interaksi manusia.

Dalam psikologi, kemampuan ini berkaitan dengan emotional regulation — kemampuan mengenali emosi tanpa bereaksi secara impulsif.

Karena itu, mereka cenderung terlihat lebih tenang, stabil, dan tidak mudah terbawa tekanan sosial.

2. Mereka Tidak Bergantung pada Validasi Sosial

Sebagian orang terus berbicara karena ingin diterima. Mereka merasa harus selalu terlihat menarik, lucu, atau pintar agar disukai.

Sebaliknya, orang yang nyaman dengan keheningan tidak terlalu haus validasi eksternal.

Mereka tidak merasa harga dirinya bergantung pada seberapa banyak mereka berbicara atau seberapa sering mereka menjadi pusat perhatian. Mereka tahu bahwa nilai diri tidak ditentukan oleh kemampuan menghibur orang lain setiap saat.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore