Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 April 2025 | 21.49 WIB

Orang yang Suka Menggunakan Filter Setiap Kali Mengunggah Foto Biasanya Menunjukkan 7 Perilaku Ini, Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang suka menggunakan filter foto. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang suka menggunakan filter foto. (Freepik)

JawaPos.com - Banyak orang merasa perlu menggunakan filter setiap kali mengunggah foto. Hal ini ternyata berkaitan dengan sejumlah perilaku psikologis yang tidak hanya mempengaruhi kesejahteraan mental, tetapi juga hubungan sosial mereka.

Fenomena ini semakin terlihat dengan berkembangnya media sosial, di mana penampilan digital sering kali menjadi cerminan identitas seseorang.

Dilansir dari Geediting pada Minggu (27/4), berikut adalah tujuh perilaku yang biasanya muncul pada orang yang sering menggunakan filter pada foto mereka, berdasarkan temuan psikologi.

1. Mencari Validasi dari Orang Lain

Salah satu perilaku yang sering terjadi adalah keinginan untuk selalu mendapatkan validasi dari orang lain. Ketika seseorang terlalu sering menggunakan filter, hal ini bisa menunjukkan kebutuhan yang mendalam untuk mendapat pengakuan dan pujian dari pengikutnya.

Foto yang difilter menjadi lebih dari sekadar berbagi momen, tetapi menjadi alat untuk mendapatkan "like" dan komentar positif. Perilaku ini mencerminkan kebutuhan dasar manusia akan penerimaan sosial yang semakin terwujud di dunia digital.

Bagi banyak orang, keinginan ini bisa menjadi sebuah siklus yang tak berujung, di mana nilai diri mereka tergantung pada angka-angka di media sosial. Oleh karena itu, penting untuk merenungkan, apakah foto yang diunggah benar-benar untuk berbagi cerita, atau hanya untuk mengejar pengakuan?

2. Menciptakan Persona Palsu

Perilaku berikutnya adalah menciptakan persona palsu yang jauh berbeda dengan kenyataan. Seringkali, orang yang menggunakan filter akan membangun citra diri yang tidak sesuai dengan kehidupan mereka yang sebenarnya.

Misalnya, seseorang bisa mengunggah foto dengan senyum lebar dan caption yang terkesan bahagia, padahal dalam kehidupan nyata, mereka sedang menghadapi tantangan besar.

Perilaku ini berhubungan dengan konsep ‘inkongruensi’ yang dipopulerkan oleh psikolog Carl Rogers. Menurutnya, hidup yang baik bukanlah keadaan yang statis, tetapi sebuah proses yang penuh dengan pasang surut.

Keinginan untuk tampil sempurna secara online bisa menyebabkan ketidaksesuaian antara identitas digital dan kehidupan nyata yang malah menambah tekanan.

3. Terobsesi dengan Gambar yang Sempurna

Berusaha menemukan gambar yang sempurna untuk diunggah menjadi salah satu kebiasaan yang paling menguras energi. Banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam untuk memikirkan sudut foto yang tepat, pencahayaan yang sempurna, dan tentu saja memilih filter yang tepat.

Dalam pencarian kesempurnaan ini, momen yang seharusnya dinikmati bisa terlewatkan begitu saja. Jika kamu merasa terjebak dalam pola ini, penting untuk diingat bahwa hidup bukanlah tentang menampilkan kesempurnaan melalui lensa filter, tetapi tentang menghargai keindahan yang alami dari setiap momen yang ada.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore