Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 April 2025 | 15.34 WIB

Sulit Menerima Kesuksesan: Kenali 7 Ciri Orang yang Cenderung Merusak Diri Sendiri saat Beruntung

Ilustrasi seseorang yang terlihat cemas atau gelisah meskipun dikelilingi oleh simbol-simbol kesuksesan atau kebahagiaan. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang terlihat cemas atau gelisah meskipun dikelilingi oleh simbol-simbol kesuksesan atau kebahagiaan. (Freepik)

JawaPos.com - Kadang hidup berjalan mulus, karier melejit, hubungan harmonis, atau keuangan stabil, segalanya terasa baik. Momen-momen seperti ini seharusnya bisa dinikmati sepenuhnya tanpa ada kekhawatiran berlebihan yang menghantui pikiran.

Namun, bagi sebagian orang, justru saat keadaan sedang baik-baik saja, ada dorongan internal untuk melakukan sesuatu yang bisa merusak kebaikan itu. Mereka seolah tidak nyaman dengan kesuksesan atau kebahagiaan yang datang menghampiri dirinya.

Dilansirdari Geediting.com pada Jumat (25/4), berikut adalah beberapa ciri umum yang sering muncul pada individu yang cenderung merusak diri sendiri saat segalanya mulai terasa menyenangkan.

1. Mencari Alasan Kenapa Kebaikan Ini Tidak Akan Bertahan

Satu di antara perilaku yang muncul adalah pikiran negatif tentang keberlangsungan hal-hal baik yang sedang terjadi dalam hidup mereka. Mereka cenderung fokus mencari celah atau kekurangan, yakin bahwa kebahagiaan atau kesuksesan yang dirasakan sekarang hanyalah sesuatu yang sementara.

2. Menciptakan Drama atau Konflik Tidak Perlu

Ketika hubungan atau lingkungan sosial terasa damai dan stabil, ada dorongan untuk memancing keributan atau masalah kecil secara sengaja. Mereka mungkin memicu pertengkaran dengan pasangan, teman, atau rekan kerja tanpa alasan jelas yang mendasari.

3. Merasa Cemas Berlebihan saat Keadaan Tenang

Situasi yang tenang dan tanpa gejolak justru bisa membuat mereka merasa gelisah atau tidak nyaman dalam hati mereka. Ada semacam kebutuhan bawah sadar akan kekacauan atau kesulitan untuk merasa 'normal' kembali seperti sebelumnya.

4. Membuat Keputusan Impulsif yang Merugikan

Ketika momentum baik sedang dibangun, mereka bisa tiba-tiba mengambil langkah drastis atau terburu-buru yang berisiko menghancurkan progres. Keputusan gegabah ini sering kali tidak dipikirkan matang dan berdampak buruk pada hasil positif yang sudah dicapai.

5. Menunda Pekerjaan Penting Tanpa Alasan Logis

Alih-alih memanfaatkan energi positif dari pencapaian atau keberhasilan, mereka justru malah menunda tugas-tugas krusial. Perilaku menunda ini bisa memperlambat kemajuan atau bahkan menciptakan masalah baru di masa mendatang yang merugikan.

6. Merasa Tidak Layak Mendapatkan Kesuksesan

Di balik pencapaian yang terlihat dari luar, mungkin ada perasaan mendalam bahwa diri mereka sebenarnya tidak pantas menerima semua kebaikan itu. Keyakinan negatif tentang harga diri ini bisa mendorong mereka untuk secara tidak sadar bertindak dengan cara yang akan 'membuktikan' ketidaklayakan tersebut.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore