
Ilustrasi seseorang mendengarkan suara latar saat berusaha tidur (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Sebagian orang butuh kamar yang benar-benar hening untuk tidur lelap. Tapi, ada juga yang justru susah tidur jika terlalu sepi dan lebih nyaman dengan suara-suara di sekitar.
Ternyata kebiasaan tidur orang yang memerlukan suara latar seperti white noise atau suara televisi menyala ini dikaitkan dengan beberapa karakteristik psikologis unik.
Melansir dari Geediting.com Selasa (22/4), orang-orang yang memiliki kebiasaan tidur seperti ini seringkali menunjukkan delapan sifat mengejutkan tanpa mereka sadari sebelumnya.
1. Tidurnya Ringan dan Memakai Suara sebagai Penyamaran
Satu di antara alasan utama mereka memerlukan suara latar adalah karena sebenarnya mereka termasuk kategori individu dengan tidur yang cukup ringan. Suara yang stabil dan konsisten digunakan sebagai semacam topeng atau filter untuk menutupi atau menyamarkan gangguan suara kecil lainnya.
2. Memiliki Sensitivitas Pemrosesan Sensorik Lebih Tinggi
Mereka cenderung memiliki tingkat kepekaan yang lebih tinggi terhadap berbagai rangsangan sensorik dari lingkungan sekitar mereka. Otak mereka memproses suara, cahaya, atau sentuhan dengan intensitas yang lebih besar dibandingkan orang kebanyakan sehingga mudah terganggu.
3. Pikirannya Berpacu, Suara Latar Mengalihkan Ruminasi
Individu ini seringkali punya pikiran yang terus berputar atau berpacu terutama saat mencoba rileks di malam hari ketika suasana sunyi. Suara latar berfungsi membantu membajak atau mengalihkan loop perenungan yang berlebihan dalam benak mereka sehingga lebih mudah fokus pada relaksasi.
4. Sedikit Lebih Cemas, Suara Menenangkan Sistem Saraf
Ada kecenderungan pada tingkat kecemasan yang sedikit lebih tinggi dimiliki oleh orang yang memerlukan suara latar saat tidur. Kebisingan yang lembut dan ritmis bisa memberikan efek menenangkan pada sistem saraf mereka yang mungkin sedikit lebih aktif dari biasanya.
5. Banyak Memiliki ADHD atau Sifat Kurang Terstimulasi
Beberapa dari mereka yang memerlukan suara latar saat tidur ternyata punya ciri-ciri ADHD atau karakteristik kurang terstimulasi. Otak mereka mungkin mencari tingkat rangsangan eksternal tertentu bahkan saat bersiap tidur untuk mencapai kondisi rileks yang dibutuhkan.
6. Memiliki Gaya Belajar Verbal atau Auditori yang Kuat
Gaya belajar dominan mereka seringkali bersifat verbal atau auditori, artinya mereka memproses informasi paling baik melalui pendengaran. Ketergantungan pada input suara bahkan saat istirahat menunjukkan bagaimana otak mereka terbiasa aktif memproses rangsangan auditori.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
