Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 April 2025 | 23.37 WIB

Kenapa Teman Jadi Dingin saat Kamu Sukses? Psikologis Ungkap 7 Sifat Tersembunyi yang Mungkin Jadi Alasannya

Ilustrasi pertemanan (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi pertemanan (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Sungguh mengherankan ketika Anda memiliki teman yang begitu setia menawarkan bahu dan telinga saat hidup terasa berat dan penuh tantangan melanda. Namun fenomena yang membingungkan muncul ketika teman yang sama justru terasa menjauh atau bersikap dingin begitu Anda mulai menemukan jalan menuju puncak kesuksesan atau kebahagiaan diri.

Perubahan drastis dalam sikap pertemanan ini tentu saja bisa meninggalkan tanda tanya besar mengenai apa yang sebenarnya sedang terjadi dalam dinamika hubungan tersebut. Ternyata, bidang psikologi dapat memberikan beberapa wawasan menarik mengenai alasan di balik perilaku teman dengan pola hangat-dingin seperti ini.

Melansir dari Geediting.com, Senin (21/4), ada beberapa sifat atau ciri khas mendasar yang seringkali tanpa sadar ditunjukkan oleh teman semacam itu menurut penjelasan psikologi.

1. Rasa Harga Diri Terkait Peran Penolong

Satu di antara sifat mendasar mereka adalah menemukan validasi dan merasa berharga melalui peran sebagai individu yang bisa membantu atau mendukung Anda ketika sedang menderita. Ketika Anda berhasil dan tidak lagi membutuhkan dukungan intensif semacam itu, rasa penting mereka pun ikut berkurang yang kemudian memicu perubahan sikap yang kurang mengenakkan.

2. Kesulitan Menghadapi Perbandingan Sosial

Mereka cenderung secara otomatis membandingkan pencapaian hidup Anda dengan posisi atau kemajuan diri mereka sendiri secara internal dalam pikiran pribadi. Melihat kesuksesan Anda secara langsung bisa secara tidak sengaja menyoroti apa yang mungkin belum atau gagal mereka raih, menimbulkan ketidaknyamanan pribadi yang sulit sekali diatasi.

3. Menyimpan Kecemburuan Bawah Sadar

Meskipun niat awal mungkin tulus, ada kemungkinan besar bahwa perasaan iri hati atau kecemburuan yang tersembunyi muncul tanpa mereka sadari sepenuhnya seiring dengan peningkatan keberhasilan Anda. Perasaan negatif yang tidak diakui ini kemudian dapat termanifestasi dalam sikap yang kurang antusias atau bahkan terasa sedikit menentang kebahagiaan murni yang Anda alami.

4. Keberhasilan Anda Menyoroti Kondisi Mereka

Setiap langkah maju atau pencapaian positif yang berhasil Anda raih dapat berfungsi sebagai cermin yang memperjelas status atau kemajuan dalam kehidupan teman itu sendiri secara mencolok. Saat Anda tampak melesat jauh ke depan, mereka mungkin merasa stagnan atau tertinggal jauh di belakang, sehingga reaksi alami mereka adalah menarik diri atau bersikap dingin sebagai mekanisme pertahanan diri yang kurang sehat.

5. Menikmati Drama dari Perjuangan Anda

Secara tidak sadar, beberapa individu memang merasa lebih terlibat, termotivasi, atau mendapatkan perhatian ketika teman mereka sedang menghadapi masa-masa sulit yang dramatis dalam hidup. Ketika hidup Anda menjadi stabil dan penuh kesuksesan, sumber "hiburan" atau fokus perhatian berbasis masalah yang sebelumnya ada menjadi hilang, membuat mereka merasa kurang terhubung atau tertarik lagi.

6. Bersifat Kompetitif Bukan Kolaboratif

Alih-alih melihat keberhasilan yang Anda raih sebagai sumber inspirasi positif atau kesempatan untuk tumbuh bersama, mereka justru memandangnya sebagai bentuk persaingan pribadi yang harus dihadapi dalam hidup. Pola pikir yang cenderung kompetitif secara inheren ini membuat sangat sulit bagi mereka untuk memberikan dukungan tulus atau benar-benar turut berbahagia atas kemenangan yang Anda dapatkan setelah berjuang keras.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore