Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 April 2025 | 21.07 WIB

Perempuan yang Belum Sembuh dari Luka Masa Lalu Biasanya Menunjukkan 7 Perilaku Ini dalam Hubungan

Ilustrasi seorang perempuan yang belum sembuh dari luka masa lalu. (Freepik) - Image

Ilustrasi seorang perempuan yang belum sembuh dari luka masa lalu. (Freepik)

JawaPos.com - Tak dapat dimungkiri, luka emosional di masa lalu bisa meninggalkan jejak mendalam dalam kehidupan seseorang.

Jika tak disembuhkan, luka itu akan terbawa ke dalam hubungan di masa kini. Sayangnya, banyak yang tidak menyadari bahwa pola perilaku tertentu merupakan bentuk respons terhadap pengalaman masa lalu.

Perempuan cenderung lebih menyimpan emosi, sehingga bekas luka itu sering muncul lewat kebiasaan yang tampak sepele, tetapi sebenarnya bermakna besar. Pola ini dapat memengaruhi kualitas hubungan dan cara seseorang berinteraksi dengan pasangannya.

Menyadari adanya perilaku ini adalah langkah awal menuju pemulihan dan hubungan yang lebih sehat. Dilansir dari Blog Herald pada Jumat (18/4), berikut tujuh perilaku yang kerap muncul pada perempuan yang belum sepenuhnya sembuh dari luka masa lalu.

1. Terlalu Berusaha Membahagiakan Pasangan

Perempuan yang pernah merasa diabaikan atau tidak dihargai sebelumnya cenderung berlebihan dalam membuktikan diri dalam hubungan baru. Mereka rela melakukan lebih banyak hal dibanding pasangan, mulai dari selalu memulai komunikasi, membuat rencana, hingga memberikan perhatian berlebih.

Hal ini dilakukan demi memastikan pasangan merasa dihargai, meskipun terkadang harus mengorbankan kebutuhan diri sendiri. Padahal, hubungan yang sehat membutuhkan keseimbangan antara memberi dan menerima. Bila terus-menerus berusaha lebih, penting untuk mengevaluasi apa yang sebenarnya mendasari sikap tersebut.

2. Menghindari Konflik Sebisa Mungkin

Ketakutan terhadap konflik juga menjadi salah satu ciri perempuan yang belum sembuh dari luka lama. Dalam hubungan sebelumnya, mungkin konflik selalu berujung pada pertengkaran besar atau meninggalkan luka batin. Karena itu, konflik dihindari dengan cara memendam perasaan sendiri.

Padahal, perbedaan pendapat dalam hubungan adalah hal wajar. Justru lewat diskusi terbuka, pasangan dapat memahami satu sama lain. Menghindari konflik hanya akan menyulitkan diri sendiri dan membuat masalah semakin menumpuk.

3. Menurunkan Standar dalam Hubungan

Akibat pernah terluka, sebagian perempuan mulai percaya bahwa dirinya tidak layak mendapatkan perlakuan baik. Mereka cenderung menurunkan standar, bahkan rela menerima hubungan yang jauh dari kata sehat demi sekadar merasa dicintai.

Kondisi ini membuat seseorang terbiasa hidup dalam hubungan yang minim kebahagiaan. Padahal, setiap orang layak mendapatkan pasangan yang penuh hormat, kasih sayang, dan perhatian. Menjaga standar tetap penting agar tidak terjebak dalam hubungan yang merugikan diri sendiri.

4. Membentengi Diri dengan Tembok Emosional

Tembok emosional sering kali dibangun sebagai bentuk perlindungan diri setelah mengalami luka hati. Perempuan yang belum sembuh sepenuhnya cenderung menjaga jarak dengan pasangannya, enggan membuka diri secara utuh karena takut kembali terluka.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore