Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 April 2025 | 19.40 WIB

7 Tanda Sikap Perempuan yang Bisa Menjadi Ibu yang Lalai, Mulai dari Kurangnya Empati Hingga Mengabaikan Batasan

Ilustrasi ibu yang lalai. - Image

Ilustrasi ibu yang lalai.

JawaPos.com - Sebagaimana yang kita ketahui bahwa ibu adalah jantungnya rumah, rasanya seperti hampa jika dia tidak hadir. Hampir semua hal yang ada di rumah pasti mengandalkan sosok tersebut.

Tapi jika ibu tersebut lalai atau tidak peduli, maka akan berpengaruh terhadap kehidupan rumah tangganya. Memang benar dia bukanlah satu-satunya orang yang harus bertanggung jawab, tapi bagaimana pun juga sosoknya selalu dibutuhkan.

Dilansir dari laman News Reports pada Kamis (17/04) ada 7 tanda sikap perempuan yang bisa menjadi ibu yang lalai, di antaranya adalah:

1. Kurangnya rasa empati

Empati sangat penting dalam hal pengasuhan anak. Ini membantu kita memahami perasaan dan kebutuhan anak, dan menanggapi dengan cara yang penuh kasih dan suportif. Tetapi ketika seorang perempuan kurang empati, itu bisa menjadi tanda peringatan.

Dia mungkin kesulitan untuk memahami kebutuhan atau perasaan anaknya, yang dapat menyebabkan pengabaian. Tanpa pemahaman ini, seorang ibu mungkin secara tidak sengaja mengabaikan kebutuhan emosional anaknya.

2. Fokus diri yang berlebihan

Anaknya sering dibiarkan menunggu saat dia menyelesaikan tugasnya atau menghadiri kehidupan sosialnya. Dia tidak sengaja mengabaikan, tetapi fokus dirinya yang berlebihan sering menyebabkan situasi di mana kebutuhan anaknya diabaikan.

Psikolog terkenal, Abraham Maslow pernah berkata, "Aktualisasi diri adalah kebutuhan psikologis tertinggi." Meskipun aktualisasi diri itu penting, tapi tidak boleh mengorbankan tanggung jawab kita, terutama ketika sudah mengemban tugas seorang istri sekaligus ibu.

3. Perilaku yang tidak konsisten

Psikolog terkenal, Erik Erikson berkata bahwa "Anak-anak tidak dapat dibodohi oleh pujian kosong dan dorongan yang merendahkan." Inkonsistensi dalam perilaku ibu dapat membingungkan dan membuat anak tertekan.

Tentunya menjadi seorang ibu itu melelahkan dan tidak ada hari libur, tapi perilaku yang tidak konsisten ini adalah hal yang tidak bisa ditoleransi.

4. Kurangnya minat pada aktivitas anak

Orang tua tidak perlu terlibat dalam setiap detail kehidupan anak mereka, tetapi menunjukkan minat pada aktivitas anak adalah bagian penting dalam memelihara ikatan yang kuat dan sehat.

Sebuah penelitian menemukan bahwa anak-anak yang orang tuanya tertarik dengan aktivitas mereka memiliki harga diri yang lebih tinggi dan berkinerja lebih baik. Jika seorang perempuan menunjukkan sedikit atau tidak ada minat pada aktivitas anaknya, itu bisa mengindikasikan keterputusan atau kurangnya keterlibatan pada mereka.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore