
Ilustrasi seseorang yang mudah tersinggung saat bercanda. (Freepik)
JawaPos.com - Kita sering mendengar pepatah lama, “Sticks and stones may break my bones, but words will never hurt me.” Namun, kenyataannya tak semudah itu.
Bagi sebagian orang, kata-kata tetap bisa menyakitkan, apalagi jika diucapkan dalam bentuk candaan yang sekilas terlihat sepele.
Sedikit bercanda di antara teman memang bisa jadi momen menyenangkan. Bahkan, bisa mempererat hubungan. Namun, bagi sebagian orang, lelucon ringan justru bisa memicu perasaan tak nyaman yang sulit mereka jelaskan.
Pernah bertanya-tanya kenapa ada orang yang mudah tersinggung saat bercanda? Ternyata, ada alasan di sebaliknya. Orang-orang ini biasanya pernah mengalami pengalaman tertentu saat tumbuh dewasa yang membentuk cara mereka merespons sesuatu hingga sekarang.
Bukan berarti mereka tak punya selera humor atau terlalu sensitif. Ada proses panjang di sebaliknya. Dilansir dari Geediting pada Senin (14/4), berikut ini tujuh pengalaman masa kecil yang kerap dialami orang yang mudah tersinggung saat bercanda.
1. Pernah Mengalami Perundungan Saat Kecil
Pengalaman masa kecil sangat memengaruhi reaksi seseorang ketika dewasa. Bagi yang pernah menjadi korban perundungan, candaan ringan bisa terasa menyakitkan, meski maksudnya hanya bercanda. Luka lama bisa terbuka kembali saat mendengar kata-kata yang mengingatkan mereka pada masa itu.
Bayangkan seperti lagu yang rusak di bagian tertentu, setiap diputar selalu mengulang di bagian yang sama. Begitu pula dengan orang yang pernah dibully, candaan bisa memicu kenangan tak menyenangkan. Ini bukan soal sensitif, tetapi soal trauma yang seharusnya kita pahami bersama.
2. Minim Dukungan Positif Saat Tumbuh Dewasa
Ada juga orang yang tumbuh tanpa banyak mendapatkan apresiasi. Mungkin mereka bukan anak yang paling menonjol di keluarga, kalah bersinar dibanding saudara-saudara lain. Meski tak mengalami hal buruk secara langsung, kurangnya dukungan bisa membuat seseorang meragukan diri sendiri.
Saat seseorang tidak terbiasa mendapat pengakuan, candaan sekecil apa pun bisa terasa seperti sindiran atau ejekan. Bukan karena ingin dipuji terus, tetapi karena harga diri dan rasa percaya diri mereka tak terbangun dengan kuat sejak kecil.
3. Dibesarkan Orang Tua yang Terlalu Kritis
Tumbuh di lingkungan yang penuh kritik membuat seseorang terbiasa hidup dalam tekanan. Setiap langkah, keputusan, bahkan kesalahan kecil terus disorot. Orang tua mungkin berniat baik, tetapi caranya justru meninggalkan bekas.
Akibatnya, saat bercanda pun, orang ini jadi waspada dan menganggap semua ucapan sebagai kritik. Bukan karena tak bisa menerima lelucon, tetapi karena terbiasa menghadapi teguran, candaan ringan pun bisa terasa seperti serangan.
4. Mengalami Pengabaian Emosional
Bukan soal materi, tetapi tentang perhatian dan dukungan emosional. Ada orang yang dibesarkan dalam keluarga yang cenderung cuek dan tak terbiasa menunjukkan perasaan. Semua emosi dipendam, pertanyaan seperti “kamu baik-baik saja?” dijawab dengan “nggak apa-apa” meski sebenarnya sebaliknya.
Akibatnya, saat dewasa mereka kesulitan memahami dan mengelola perasaan. Saat orang lain bercanda, mereka mungkin tak bisa membedakan mana yang tulus bercanda dan mana yang menyakitkan. Ini bukan soal mudah tersinggung, tetapi soal cara mereka memahami dunia emosional yang dulu tak pernah diajarkan.
5. Cenderung Introvert
Meski terkesan tak berkaitan, sifat introvert juga berpengaruh pada respons seseorang terhadap candaan. Sekitar separuh populasi dunia termasuk dalam kategori ini. Introvert biasanya memproses segala sesuatu lebih dalam, termasuk perkataan orang lain.
Akibatnya, candaan ringan pun bisa terasa serius bagi mereka. Bukan karena tak suka bercanda, tetapi karena cara berpikir mereka yang lebih detail dan penuh pertimbangan. Bukan kekurangan, hanya cara berinteraksi yang berbeda.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
