Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 April 2025 | 23.19 WIB

Tradisi Pernikahan yang Diam-diam Dibenci Orang Namun Terlalu Sopan untuk Dipertanyakan, Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang kurang menyukai tradisi pernikahan - Image

Ilustrasi seseorang yang kurang menyukai tradisi pernikahan

JawaPos.com - Pernikahan sering dianggap sebagai perayaan cinta dan komitmen yang sakral.

Namun di balik senyuman, pesta megah, dan serangkaian tradisi, banyak orang sebenarnya merasa tidak nyaman, terbebani, atau bahkan tertekan.

Anehnya, sebagian besar dari mereka memilih diam.

Mereka terlalu sopan untuk mengungkapkan ketidaksukaannya terhadap tradisi-tradisi tertentu yang dianggap “harus dilakukan” agar sebuah pernikahan terlihat sah dan layak dirayakan.

Dilansir dari Geediting pada Jumat (11/4), menurut psikologi sosial dan budaya, banyak dari tradisi ini dipertahankan bukan karena relevan atau membahagiakan, tetapi karena tekanan norma sosial, keinginan untuk diterima, dan rasa takut akan penilaian

Mari kita bahas beberapa tradisi pernikahan yang secara diam-diam dibenci banyak orang, namun jarang dipertanyakan.

1. Undangan Massal: "Semakin Banyak, Semakin Baik"

Banyak pasangan dipaksa untuk mengundang ratusan orang — termasuk kerabat jauh, rekan kerja yang jarang berinteraksi, atau bahkan orang yang tak mereka kenal secara pribadi — hanya demi menjaga “muka” keluarga.

Menurut psikologi: Ini berkaitan dengan konsep social comparison dan impression management, yaitu kebutuhan manusia untuk terlihat sukses dan diterima di mata sosial, bahkan jika itu mengorbankan kenyamanan pribadi.

2. Pesta Pernikahan Megah yang Membebani Finansial

Biaya pernikahan seringkali membengkak karena tuntutan akan dekorasi mewah, baju pengantin yang mahal, atau lokasi pesta prestisius.

Padahal, banyak pasangan yang merasa tertekan oleh utang atau mengorbankan tabungan masa depan demi satu hari glamor.

Psikolog menyebut ini sebagai efek normative influence — di mana orang mengikuti apa yang dianggap sebagai “standar umum” demi tidak merasa berbeda, meski sebenarnya tidak mampu atau tidak sepenuh hati setuju.

3. Foto dan Video yang Dipaksakan Terlihat Bahagia

Di balik senyum yang terpampang di foto dan video, tak sedikit pasangan yang sebenarnya kelelahan, stres, atau merasa tidak otentik.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore