
seseorang yang pernikahannya bahagia / foto: Magnific/tirachardz
JawaPos.com - Pernikahan yang harmonis sering kali tidak dibangun oleh momen-momen besar yang dramatis, melainkan oleh kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari. Banyak pasangan berpikir bahwa hubungan yang kuat bergantung pada kecocokan sempurna, padahal penelitian psikologi menunjukkan bahwa kualitas komunikasi sehari-hari memiliki pengaruh yang jauh lebih besar terhadap kebahagiaan dan ketahanan pernikahan.
Komunikasi bukan sekadar berbicara. Komunikasi adalah cara pasangan saling memahami, menghargai, dan menciptakan rasa aman secara emosional. Bahkan kata-kata sederhana yang diucapkan pada waktu yang tepat dapat memperkuat ikatan pernikahan, sementara kebiasaan mengabaikan komunikasi dapat perlahan mengikis kedekatan.
Dilansir dari Expert Editor pada Selasa (2/6), terdapat lima kebiasaan komunikasi sederhana yang terbukti membantu banyak pasangan membangun hubungan yang lebih sehat dan bahagia menurut berbagai temuan psikologi hubungan.
1. Mendengarkan untuk Memahami, Bukan untuk Membalas
Salah satu kesalahan komunikasi yang paling umum dalam pernikahan adalah mendengarkan sambil menyiapkan jawaban. Ketika pasangan sedang berbicara, pikiran sering kali sudah sibuk mencari pembelaan, solusi, atau argumen balasan.
Psikologi komunikasi menunjukkan bahwa manusia memiliki kebutuhan dasar untuk merasa didengar dan dipahami. Ketika seseorang merasa didengarkan dengan sungguh-sungguh, tingkat defensifnya menurun dan kepercayaan dalam hubungan meningkat.
Mendengarkan secara aktif dapat dilakukan dengan cara:
Menatap pasangan saat berbicara.
Tidak memotong pembicaraan.
Mengulangi inti perkataan pasangan untuk memastikan pemahaman.
Mengajukan pertanyaan yang menunjukkan ketertarikan.
Contohnya, ketika pasangan berkata, "Aku capek sekali hari ini," respons yang baik bukan langsung memberi solusi. Sebaliknya, cobalah mengatakan, "Sepertinya hari ini benar-benar melelahkan untukmu. Apa yang paling membuatmu stres?"
Kalimat sederhana seperti itu dapat membuat pasangan merasa dihargai dan dipahami.
2. Mengungkapkan Apresiasi Setiap Hari
Banyak pasangan menganggap rasa terima kasih sebagai sesuatu yang otomatis. Setelah bertahun-tahun bersama, ucapan seperti "terima kasih" atau "aku menghargaimu" sering kali semakin jarang terdengar.
Padahal psikologi positif menunjukkan bahwa apresiasi merupakan salah satu faktor utama yang menjaga kepuasan hubungan jangka panjang. Ketika seseorang merasa usahanya diperhatikan, ia cenderung lebih termotivasi untuk terus berkontribusi dalam hubungan.
Apresiasi tidak harus berupa pujian besar. Hal-hal kecil justru sering memiliki dampak yang lebih kuat, seperti:
"Terima kasih sudah menyiapkan makan malam."
"Aku senang kamu mengantar anak tadi pagi."
"Aku menghargai kerja kerasmu untuk keluarga."
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022