
seseorang yang selalu hidup dalam persaingan. (Freepik/wavebreakmedia_micro)
JawaPos.com - Generasi milenial dikenal sebagai generasi yang tumbuh dalam era digital, dengan tantangan ekonomi yang lebih kompleks dibandingkan generasi sebelumnya.
Tidak hanya menghadapi biaya hidup yang semakin tinggi, mereka juga harus bersaing dalam dunia kerja yang penuh inovasi serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang begitu cepat.
Dalam situasi seperti ini, kebiasaan keuangan mereka sering kali dipengaruhi oleh tekanan sosial, psikologi kognitif, dan keinginan untuk mencapai kestabilan finansial.
Dilansir dari Small Biz Technology pada Jumat (4/4), terdapat tujuh kebiasaan keuangan yang biasanya dimiliki oleh generasi milenial dalam menghadapi persaingan ketat menurut psikologi.
1. Mengutamakan Pengalaman daripada Aset
Psikologi keuangan menunjukkan bahwa milenial cenderung lebih memilih pengalaman dibandingkan kepemilikan aset fisik.
Ini didukung oleh konsep “experientialism,” yaitu kepercayaan bahwa pengalaman memiliki nilai lebih dibandingkan dengan barang material.
Mereka lebih suka menghabiskan uang untuk perjalanan, konser, atau kegiatan sosial dibandingkan membeli rumah atau mobil.
Ini bisa menjadi keputusan yang bijak jika pengalaman tersebut memberikan manfaat psikologis yang positif, seperti meningkatkan kebahagiaan dan kepuasan hidup.
Namun, di sisi lain, hal ini bisa membuat mereka kurang mempersiapkan diri untuk investasi jangka panjang.
2. Lebih Suka Penghasilan Fleksibel daripada Pekerjaan Tetap
Generasi milenial lebih tertarik pada fleksibilitas dibandingkan kestabilan keuangan yang ditawarkan pekerjaan tetap.
Mereka tidak segan untuk beralih ke pekerjaan lepas (freelance) atau bisnis digital demi mendapatkan kebebasan dalam mengatur waktu dan gaya hidup.
Dari perspektif psikologi, ini menunjukkan kecenderungan mereka terhadap “autonomy bias,” yaitu preferensi terhadap kebebasan dan kendali atas kehidupan pribadi.
Namun, di sisi lain, ini juga bisa menjadi tantangan karena pekerjaan fleksibel sering kali tidak menawarkan jaminan sosial atau tunjangan pensiun.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
