Ilustrasi orang menggertak (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Penindasan atau bullying adalah tindakan yang bertujuan untuk menyakiti, mengintimidasi, atau mengendalikan orang lain, baik secara verbal, fisik, maupun emosional. Ini dapat terjadi di mana saja, mulai dari lingkungan sekolah, tempat kerja, hingga media sosial.
Sayangnya, perilaku ini masih marak terjadi dan memberikan dampak negatif yang mendalam bagi korbannya.
Memahami alasan di balik perilaku menggertak dapat membantu kita menemukan cara yang lebih efektif untuk menangani dan mencegahnya.
Berikut adalah 7 alasan umum mengapa seseorang menggertak orang lain, yang dirdangkum dari verywellmind pada Rabu (02/04).
1. Mereka Memiliki Trauma Emosional
Ungkapan "orang yang terluka cenderung menyakiti orang lain" sering kali berlaku dalam kasus bullying.
Seseorang yang mengalami pengalaman traumatis atau pelecehan di masa lalu mungkin akan melampiaskan rasa sakitnya dengan menyakiti orang lain.
Sebagai contoh, anak yang tumbuh dalam lingkungan rumah tangga yang penuh dengan kekerasan dapat menginternalisasi perilaku tersebut dan menirunya di luar rumah.
Tanpa keterampilan mengatasi masalah yang sehat, mereka akhirnya mengekspresikan luka mereka melalui intimidasi terhadap orang lain.
2. Mereka Tidak Percaya Diri
Banyak pelaku bullying merasa tidak aman atau rendah diri.
Untuk menutupi kelemahan mereka, mereka menggertak orang lain agar terlihat lebih kuat atau lebih unggul.
Dalam lingkungan sosial, mereka mungkin melakukan ini untuk mendapatkan penerimaan dari kelompok tertentu.
Di tempat kerja, hal ini sering terjadi dalam bentuk merendahkan rekan kerja demi menaikkan status sendiri.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
