Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 29 Maret 2025 | 00.10 WIB

Orang yang Gemar Mengaktifkan Silent Mode di Ponsel Biasanya Menunjukkan 7 Ciri unik Ini Menurut Psikologi

Ilustrasi orang yang menerapkan silent mode di ponsel. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang yang menerapkan silent mode di ponsel. (Freepik)

JawaPos.com – Tahukah anda, kebiasaan seseorang dalam menggunakan ponsel ternyata dapat mencerminkan berbagai sifat hingga karakter diri.

Di balik itu, yang menarik ialah bagaimana karakter yang dimiliki oleh seorang yang menerapkan mode silent terhadap ponsel mereka? 

Dilansir dari laman Greediting pada Jumat (28/3), ternyata menurut psikologi terdapat 7 alasan seseorang melakukan mode silent pada ponsel. Simak penjelasannya.

  1. Cenderung lebih produktif

Ciri lain yang umum ditemukan di antara pengguna mode silent adalah meningkatnya produktivitas. Di kehidupan saat ini, kita terus-menerus dibombardir dengan panggilan telepon, pesan, dan notifikasi. 

Setiap gangguan ini dapat memecah konsentrasi kita yang dapat memicu sulit untuk kembali fokus pada pekerjaan. Dengan membiarkan ponsel dalam keadaan senyap, orang-orang ini meminimalkan gangguan tersebut.

Sehingga, mereka dapat tetap fokus dan menyelesaikan lebih banyak pekerjaan. Jadi, ini bukan sekadar menghindari kebisingan, tetapi menciptakan lingkungan yang mendukung produktivitas.

  1. Pandai mengatur waktu

Kebanyakan orang yang melakukan mode silent terhadap ponsel mereka merupakan pengelola waktu yang efisien. 

Mereka membiarkan ponselnya dalam mode senyap agar mereka dapat mengelola waktu mereka dengan lebih baik. 

Mereka bisa memutuskan kapan harus memeriksa ponsel mereka, daripada terganggu dengan nada atau panggilan. Dengan cara ini, mereka dapat tetap fokus dan memanfaatkan hari mereka dengan sebaik-baiknya.

  1. Mereka tidak terlalu stres

Orang-orang yang mematikan suara ponselnya sering kali mengalami lebih tingkat stres yang lebih sedikit. Pasalnya, bunyi notifikasi yang terus-menerus dapat menjadi sumber kecemasan bagi banyak orang. 

Setiap notifikasi menunjukkan adanya sebuah tuntutan terhadap berbagai hal dapat menciptakan rasa urgensi sehingga meningkatkan stres.

  1. Tingkat kesadaran diri lebih tinggi

Mungkin sifat terpenting dari mereka yang mematikan ponselnya adalah kesadaran diri yang lebih tinggi dibanding kebanyakan orang.

Mereka menyadari dampak kebisingan dan gangguan yang terus-menerus terhadap kesejahteraan dan produktivitas mereka. Sehingga mereka mengambil langkah untuk mengendalikannya kebisingan tersebut. 

Kesadaran diri ini tidak hanya terbatas pada hubungan mereka dengan teknologi. Kesadaran diri merupakan bagian dari diri mereka yang tercermin dalam interaksi, keputusan, dan gaya hidup mereka. 

  1. Lebih mandiri dan punya karakter kuat

Mereka yang cenderung membuat ponselnya dalam mode silent, seringkali memiliki karakter yang mandiri dan kuat.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore