
Ilustrasi meratapi kesetiaan pasangan. (Pexels)
JawaPos.com – Banyak artikel yang menyebutkan mengapa seseorang berselingkuh. Tetapi, apakah ada pelaku selingkuh yang berani mengaku mengapa ia melakukannya?
Seorang eks pelaku selingkuh berani menuliskannya ke dalam kata-kata yang dapat dibaca oleh kita semua. Beruntungnya, dia sudah menemukan dan menyelesaikan akar masalah utama untuk mematahkan perilaku mendua dan sudah berkomitmen untuk tidak berpaling dari pasangannya.
Menurutnya, ada beberapa kalimat percakapan yang lazim digunakan untuk menjebak korban perselingkuhan untuk tetap bertahan dalam hubungan asmara, meskipun ia sudah selingkuh berkali-kali.
Dikutip dari YourTango pada Kamis (27/3), berikut lima kalimat yang harus diawasi dan jadi peringatan kalau pasangan Anda berpotensi mengulanginya lagi:
1. "Kalau aku sayang, aku tidak akan tergoda untuk selingkuh"
Banyak orang berpikir pelaku zina tidak mencintai pasangannya. Tetapi di kebanyakan kasus, perselingkuhan tidak ada hubungannya dengan rasa cinta.
Ternyata pelaku selingkuh lebih mudah mendua jika mereka sangat menyayangi seseorang. Terkadang mencintai terlalu banyak malah dapat menjadi sesuatu yang menakutkan. Perselingkuhan menjadi metode sabotase diri lewat mempunyai simpanan, barangkali jika suatu hari orang yang mereka benar-benar cintai meninggalkannya.
Psikolog Lori Bisbey berkata kalau pelaku perselingkuhan mencoba menyabotase diri sendiri dan hubungan asmara mereka.
"Mereka berselingkuh ketika hal-hal menjadi 'terlalu indah'. Jauh di dalam pikiran mereka, dia merasa kalau dia tak pantas mendapatkan hubungan cinta yang sangat dekat dan berjalan lancar, sehingga mereka menyabotasenya dengan berselingkuh. Memang ada orang-orang yang takut dengan keintiman, dan mereka merasa (cinta) ini berlebihan," katanya.
2. "Aku hanyalah seseorang dengan kepribadian buruk"
Beberapa pelaku selingkuh ada yang mempunyai gangguan kepribadian narsistik, tapi Anda tidak perlu menjadi seorang narsistik atau sosiopat untuk berselingkuh.
Teori "pelaku selingkuh itu narsistik" didasari pada kurangnya empati terhadap pasangan. Nyatanya seseorang yang "normal", termasuk beberapa dari kita semua, terkadang pernah melukai perasaan pasangan kita secara sengaja. Contohnya, membeli sesuatu yang kita tahu memotong anggaran bersama, mengatakan sesuatu yang menyakitkan ketika bertengkar, atau berbohong untuk menyembunyikan berita buruk.
Seseorang dapat berzina dengan kesadaran penuh bahwa itu dapat melukai hati pasangannya, tanpa harus menderita sebuah gangguan psikologi.
3. "Aku ketagihan"

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
