Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 Maret 2025 | 20.33 WIB

Jika Kamu Selalu Merasa Malas dan Tak Semangat, 8 Kebiasaan Ini Jadi Penyebabnya Kata Psikologi

Kebiasaan penyebab selalu merasa malas dan tak semangat menurut psikologi. (Freepik/ benzoix) - Image

Kebiasaan penyebab selalu merasa malas dan tak semangat menurut psikologi. (Freepik/ benzoix)

JawaPos.com – Rasa malas dan kehilangan semangat yang terus-menerus sering kali muncul tanpa disadari, bahkan terasa seperti bagian dari keseharian yang sulit dihindari.

Menurut psikologi, kondisi ini bisa jadi dipicu oleh sejumlah kebiasaan yang tanpa sadar justru memperburuk suasana hati dan membuat energi tubuh serta pikiran terkuras habis.

Kebiasaan negatif ini perlahan-lahan membentuk pola pikir pesimis, menurunkan motivasi, hingga membuat seseorang terjebak dalam lingkaran rasa malas yang sulit dipatahkan.

Dari kebiasaan sederhana hingga pola hidup yang tak sehat, semua berperan besar dalam menciptakan perasaan malas dan kehilangan semangat hidup.

Itulah mengapa penting mengenali penyebabnya agar kamu bisa segera keluar dari kondisi malas dan kembali menemukan semangat menjalani hari menurut sudut pandang psikologi.

Dilansir dari geediting.com pada Selasa (25/3), diterangkan bahwa ada delapan kebiasaan penyebab selalu merasa malas dan tak semangat menurut psikologi.

1.      Tidur tidak cukup menurunkan semangat

Kualitas tidur memiliki pengaruh signifikan terhadap produktivitas dan energi tubuh manusia.

Sistem tubuh memerlukan waktu istirahat untuk melakukan proses regenerasi dan pemulihan sel.

Ketika seseorang tidak mendapatkan durasi tidur yang optimal, fungsi kognitif dan fisik akan menurun drastis.

Periode tidur yang kurang dari kebutuhan standar akan berdampak pada penurunan konsentrasi dan motivasi.

Setiap aktivitas bahkan tugas sederhana sekalipun akan terasa sangat berat dan melelahkan.

Penelitian menunjukkan bahwa dewasa membutuhkan sekitar 7-9 jam tidur setiap malamnya untuk menjaga performa optimal.

2.      Penetapan target tidak realistis

Menetapkan target yang terlalu tinggi dan tidak sesuai kemampuan dapat menjadi penghalang utama produktivitas.

Ketika seseorang membuat rencana yang sangat ambisius di luar kapasitas diri, kemungkinan mengalami kegagalan sangat besar.

Tujuan yang tidak terukur dan tidak mempertimbangkan kondisi aktual akan menimbulkan frustrasi dan penurunan motivasi.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore