
Ilustrasi seseorang yang selalu merasa jadi korban dan tak pernah mau bertanggung jawab atas kesalahan mereka.
JawaPos.com – Pernahkah Anda bertemu dengan seseorang yang selalu merasa sebagai korban dalam setiap situasi, tetapi enggan mengakui kesalahannya sendiri? Mereka selalu punya alasan, selalu menyalahkan orang lain, dan tak pernah mau bertanggung jawab atas tindakan mereka.
Perilaku ini tidak hanya membuat hubungan dengan orang lain menjadi sulit, tetapi juga bisa merugikan diri mereka sendiri dalam jangka panjang. Alih-alih belajar dari kesalahan dan berkembang, mereka justru terus-menerus mencari kambing hitam dan menghindari introspeksi.
Sikap seperti ini bisa ditemukan di lingkungan kerja, dalam hubungan pertemanan, bahkan dalam keluarga. Mereka cenderung mengalihkan kesalahan, playing victim, dan menghindari percakapan yang berpotensi mengungkap tanggung jawab mereka.
Dilansir dari Geediting, Senin (24/3), berikut ini adalah sembilan perilaku yang sering ditampilkan oleh orang-orang yang tak pernah mau bertanggung jawab dan selalu menyalahkan orang lain.
1. Selalu Mengalihkan Kesalahan
Saat dikritik atau dipertanyakan, mereka langsung mencari cara untuk melemparkan kesalahan ke orang lain. Dalam pikiran mereka, segala sesuatu yang buruk bukanlah akibat dari tindakan mereka, tetapi karena faktor eksternal atau orang lain.
Misalnya, dalam dunia kerja, seseorang yang gagal menyelesaikan tugasnya tepat waktu mungkin akan menyalahkan rekan kerja atau atasan karena kurang memberikan informasi yang jelas, bukannya mengakui bahwa ia sendiri yang lalai.
2. Selalu Memainkan Peran Korban
Orang seperti ini sering merasa dunia tidak adil terhadap mereka. Mereka selalu punya cerita tentang bagaimana mereka diperlakukan dengan tidak baik, tetapi jarang sekali mengakui peran mereka dalam suatu konflik atau masalah.
Misalnya, seseorang yang kerap bertengkar dengan teman atau pasangan mungkin akan mengatakan bahwa semua orang selalu menyerangnya tanpa alasan. Padahal, mereka sendiri yang sering bersikap kasar atau tidak menghargai orang lain.
3. Punya Ingatan Selektif yang Hanya Menunjukan betapa Mereka Menderita karena Orang Lain
Mereka hanya mengingat bagian-bagian cerita yang menguntungkan mereka dan melupakan detail yang menunjukkan kesalahan mereka sendiri. Jika ada kesalahan yang mereka lakukan, mereka akan berkata, “Aku tidak ingat pernah melakukan itu,” atau bahkan memutarbalikkan fakta.
Hal ini sering terlihat dalam perdebatan atau konflik, di mana mereka cenderung mengingat kesalahan orang lain secara detail, tetapi lupa atau mengabaikan kesalahan mereka sendiri.
4. Kurang Empati dan Tak Bisa Memahami Perasaan Orang Lain
Empati adalah kemampuan memahami perasaan orang lain dan mengakui dampak dari tindakan kita terhadap mereka. Namun, individu yang tidak bertanggung jawab biasanya tidak peduli jika tindakan mereka menyakiti orang lain.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
