Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Maret 2025 | 06.48 WIB

Orang-orang yang Sudah Tidak Memiliki Orang Tua Lagi Biasanya Memiliki 7 Kebiasaan ini Menurut Psikologi

Ilustrasi tujuh kebiasaan yang dimiliki oleh orang-orang yang terus maju, meskipun mereka kehilangan orang tuanya.. (Pexels/cottonbro studio) - Image

Ilustrasi tujuh kebiasaan yang dimiliki oleh orang-orang yang terus maju, meskipun mereka kehilangan orang tuanya.. (Pexels/cottonbro studio)

JawaPos.com - Terkadang, hidup terasa tidak nyata setelah Anda kehilangan orang tua. Anda meneruskan hari Anda, lalu sebuah pikiran atau kenangan sekilas muncul di benar Anda, yang mengingatkan bahwa mereka benar-benar telah tiada.

Ini tidah mudah, dan tidak ada batas waktu untuk proses berkabung. Namun, banyak individu yang tidak lagi dikelilingi orang tua mengembangkan kebiasaan yang berbeda.

Sebagian orang mungkin akan mengatakan itu adalah upaya bertahan hidup, sebagian lainnya menyebutnya sebagai bentuk ketahanan, atau bahkan penghargaan atas cinta yang pernah mereka miliki.

Dilansir dari Geediting, inilah tujuh kebiasaan yang dimiliki oleh orang-orang yang terus maju, meskipun mereka kehilangan orang tuanya.

1. Membiarkan dirinya memiliki momen untuk mengenang

Mereka sering menyisihkan waktu, betapapun singkatnya, untuk mengenang kenangan orang tua mereka. Kadang-kadang mengunjungi rumah keluarga, membolak-balik foto lama, atau menyalakan lilin pada tanggal-tanggal khusus.

Ada pula orang yang menyimpan barang berharga, jam tangan, catatan tulisan tangan, di tempat yang bisa mereka lihat setiap hari. Sedangkan yang lain mungkin memainkan lagu kesukaan ibu mereka atau memasak hidangan yang disukai ayah mereka.

Sekalipun mereka menatap masa depan dalam hidup, mereka secara sadar membiarkan diri mereka melihat ke belakang juga. Ini adalah kebiasaan yang berakar pada penerimaan: Anda tidak bisa berpura-pura orang tua Anda tidak pernah ada atau menghilangkan kesedihan.

2. Memupuk ikatan 'keluarga pilihan'

Ketika orang tua meninggal, tiba-tiba muncul kesadaran bahwa sistem pendukung seseorang telah menyusut. Sebagai tanggapannya, orang-orang dalam situasi ini sering kali berupaya ekstra untuk memperkuat hubungan dengan teman, saudara kandung, atau mentor yang terasa seperti keluarga.

Bagi sebagian orang, ini adalah soal menemukan kembali saudara jauh atau menjalin persahabatan baru yang memiliki kedalaman kekerabatan. Tentu saja mereka tidak menggantikan orangtua, tetapi mereka mengisi kekosongan emosional tertentu yang ditinggalkan.

Tanpa orangtua yang menjadi landasan, kita mungkin mencari rasa “rumah” itu pada sosok-sosok lain yang hangat dan dapat diandalkan.

3. Mempraktikkan perawatan diri yang proaktif

Orang-orang yang kehilangan orang tua terkadang memiliki pola pikir, "Sekarang aku harus mengurus diriku sendiri." Seolah-olah mereka menyadari bahwa jaring pengaman yang pernah mereka andalkan tidak ada lagi.

Bagi sebagian orang, ini berarti waspada terhadap pemeriksaan kesehatan, manajemen stres, atau tetap aktif secara fisik. Ini bukan hanya tentang hidup lebih lama.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore