Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Maret 2025 | 16.26 WIB

10 Frasa Umum yang Kedengarannya Tidak Berbahaya, Namun Sebenarnya Sangat Manipulatif

Ilustrasi orang yang sedang berinteraksi dengan menarik perhatian lawan bicara (dragonimages/freepik) - Image

Ilustrasi orang yang sedang berinteraksi dengan menarik perhatian lawan bicara (dragonimages/freepik)

JawaPos.com - Ada pepatah yang bunyi seperti ini, "Yang penting bukan apa yang Anda katakan, tetapi bagaimana Anda mengatakannya."

Ada beberapa frasa yang kelihatannya tidak berbahaya di permukaan tetapi sebenarnya dimaksudkan untuk mengendalikan, membuat orang merasa bersalah, atau menekan seseorang agar melakukan apa yang diinginkan pembicara. Frasa-frasa itu terdengar sangat tidak berbahaya sehingga Anda mungkin tidak menyadari bahwa Anda sedang dimanipulasi.

Entah disengaja atau tidak, frasa-frasa ini dapat membuat orang merasa berkewajiban, bersalah, atau bahkan mempertanyakan pikiran mereka sendiri. Itulah mengapa penting untuk mengenalinya—agar Anda tidak tertipu dan, yang tak kalah penting, jangan menggunakannya sendiri.

Dilansir laman Geediting.com, berikut 10 frasa umum yang tampak tidak berbahaya tetapi sebenarnya cukup manipulatif. Simak dengan baik agar Anda bisa lebih waspada dalam komunikasi sehari-hari.

1. "Jika Anda benar-benar peduli..."

Frasa ini sering kali digunakan untuk menekan seseorang agar melakukan sesuatu yang mungkin tidak ingin mereka lakukan.

Ketika seseorang berkata, "Jika kamu sungguh peduli, kamu akan..." mereka secara tidak langsung menempatkan orang lain dalam posisi di mana mereka merasa harus membuktikan kepedulian atau kesetiaan mereka.

Sebagai contoh:

  • "Jika kamu benar-benar menyayangiku, kamu akan menuruti keinginanku."
  • "Jika kamu teman sejati, kamu pasti akan membantuku."

Ini adalah bentuk manipulasi emosional yang halus namun kuat. Cara terbaik untuk menghadapinya adalah dengan mengakui kebutuhan diri sendiri dan tidak merasa terjebak dalam permainan emosional ini.

2. "Saya hanya mengatakan..."

Frasa ini biasanya digunakan untuk menghindari tanggung jawab atas kata-kata yang telah diucapkan.

Contoh:

"Kamu selalu lama sekali membalas pesanku."

"Saya hanya mengatakan, tapi menurutku kamu kurang bekerja keras."

Setelah melontarkan komentar kasar atau agresif pasif, pelaku akan mengangkat bahu dan berkata, "Saya hanya mengatakan." Hal ini seolah-olah menghilangkan konsekuensi dari kata-kata mereka.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore