
seseorang yang memiliki rumah yang sedikit berantakan./Freepik/primagefactory
JawaPos.com - Rumah sering kali dianggap sebagai cerminan kondisi batin seseorang. Ada orang yang merasa tenang saat rumahnya rapi sempurna, namun ada juga yang justru merasa nyaman dalam suasana yang “sedikit berantakan”.
Menariknya, dalam perspektif psikologi, rumah yang tidak selalu rapi bukan selalu pertanda negatif. Sebaliknya, orang yang hidup dalam ruang yang sedikit berantakan sering kali justru memiliki keseimbangan emosional yang lebih dalam dan kompleks.
Berantakan di sini bukan berarti kotor atau tidak terurus, melainkan lebih pada kondisi rumah yang penuh aktivitas, barang-barang yang “hidup”, dan suasana yang terasa nyata serta manusiawi.
Psikologi modern memandang bahwa pola lingkungan seseorang sering berhubungan erat dengan cara ia berpikir, merasakan, dan mengelola emosi.
Dilansir dari Geediting pada Senin (9/2), terdapat 7 bentuk keseimbangan emosional yang sering dimiliki oleh orang-orang dengan rumah yang sedikit berantakan menurut sudut pandang psikologi.
1. Lebih Fleksibel terhadap Ketidaksempurnaan
Orang yang tidak terlalu terobsesi dengan kerapian biasanya lebih mampu menerima ketidaksempurnaan — baik dalam diri sendiri maupun orang lain. Mereka tidak mudah stres hanya karena sesuatu tidak berjalan sesuai rencana. Secara emosional, ini menunjukkan fleksibilitas mental dan kemampuan adaptasi yang baik.
Dalam psikologi, sikap ini berkaitan dengan acceptance (penerimaan), yaitu kemampuan menerima realitas tanpa perlawanan emosional berlebihan. Mereka tidak memaksakan kontrol pada hal-hal kecil, sehingga energi emosional bisa digunakan untuk hal yang lebih bermakna.
2. Memiliki Toleransi Stres yang Lebih Baik
Lingkungan yang tidak selalu rapi menuntut kemampuan beradaptasi. Tanpa disadari, ini melatih seseorang untuk tetap tenang di tengah kondisi yang tidak ideal. Akibatnya, mereka cenderung memiliki resiliensi emosional yang lebih kuat.
Mereka tidak mudah panik ketika menghadapi kekacauan hidup — konflik, tekanan kerja, atau masalah personal — karena secara mental sudah terbiasa hidup dalam ketidakteraturan yang masih bisa ditoleransi.
3. Lebih Fokus pada Makna, Bukan Tampilan
Secara psikologis, orang dengan rumah sedikit berantakan sering lebih fokus pada fungsi dan makna daripada estetika semata. Bagi mereka, yang penting adalah nilai emosional, kenyamanan, dan pengalaman, bukan kesempurnaan visual.
Ini menunjukkan keseimbangan antara emosi dan rasionalitas: mereka mampu menilai sesuatu berdasarkan manfaat dan makna, bukan hanya citra luar.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
