Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 7 Juni 2026 | 03.26 WIB

10 Ungkapan Halus yang Digunakan Orang yang Matang Secara Emosional untuk Meredakan Ketegangan Tanpa Disadari Siapapun Menurut Psikolog

seseorang yang matang secara emosional / foto: Magnific/vh-studio - Image

seseorang yang matang secara emosional / foto: Magnific/vh-studio

JawaPos.com - Tidak semua konflik muncul dalam bentuk pertengkaran besar. Sering kali, ketegangan hadir secara diam-diam: dalam rapat yang canggung, percakapan keluarga yang mulai memanas, atau diskusi dengan pasangan yang terasa semakin defensif.

Menariknya, orang yang matang secara emosional tidak selalu mengandalkan argumen yang kuat untuk mengatasi situasi seperti ini. Mereka justru menggunakan bahasa yang halus, sederhana, dan sering kali nyaris tidak disadari oleh orang lain.

Menurut psikologi, cara seseorang memilih kata-kata dapat memengaruhi suasana emosional sebuah percakapan. Ungkapan yang tepat mampu menurunkan tingkat defensif, menciptakan rasa aman, dan membuka ruang untuk dialog yang lebih sehat.

Dilansir dari Expert Editor pada Sabtu (6/6), terdapat 10 ungkapan halus yang sering digunakan oleh orang-orang dengan kecerdasan emosional tinggi untuk meredakan ketegangan tanpa membuat siapa pun merasa disalahkan.

1. “Saya mengerti dari mana Anda berasal.”

Ketika seseorang merasa tidak didengar, mereka cenderung berbicara lebih keras, lebih panjang, atau lebih emosional.

Ungkapan ini memberikan validasi tanpa harus menyetujui seluruh pendapat lawan bicara.

Perbedaannya sangat penting. Memahami tidak sama dengan menyetujui.

Dengan mengatakan, “Saya mengerti dari mana Anda berasal,” Anda menunjukkan bahwa perspektif mereka telah diterima dan dipertimbangkan. Hal ini sering kali cukup untuk menurunkan intensitas emosi yang sedang meningkat.

Dalam psikologi komunikasi, validasi merupakan salah satu cara paling efektif untuk menciptakan hubungan yang kooperatif.

2. “Mungkin ada sesuatu yang saya lewatkan.”

Orang yang tidak matang secara emosional biasanya berusaha mempertahankan posisi mereka sekuat mungkin.

Sebaliknya, orang yang matang tidak takut mengakui bahwa mereka mungkin belum melihat keseluruhan gambaran.

Ungkapan ini memiliki efek yang luar biasa. Ketika Anda menunjukkan kerendahan hati intelektual, orang lain cenderung ikut menurunkan pertahanannya.

Alih-alih menciptakan suasana “siapa yang benar dan siapa yang salah”, kalimat ini mengubah percakapan menjadi pencarian solusi bersama.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore