
seseorang yang matang secara emosional / foto: Magnific/vh-studio
JawaPos.com - Tidak semua konflik muncul dalam bentuk pertengkaran besar. Sering kali, ketegangan hadir secara diam-diam: dalam rapat yang canggung, percakapan keluarga yang mulai memanas, atau diskusi dengan pasangan yang terasa semakin defensif.
Menariknya, orang yang matang secara emosional tidak selalu mengandalkan argumen yang kuat untuk mengatasi situasi seperti ini. Mereka justru menggunakan bahasa yang halus, sederhana, dan sering kali nyaris tidak disadari oleh orang lain.
Menurut psikologi, cara seseorang memilih kata-kata dapat memengaruhi suasana emosional sebuah percakapan. Ungkapan yang tepat mampu menurunkan tingkat defensif, menciptakan rasa aman, dan membuka ruang untuk dialog yang lebih sehat.
Dilansir dari Expert Editor pada Sabtu (6/6), terdapat 10 ungkapan halus yang sering digunakan oleh orang-orang dengan kecerdasan emosional tinggi untuk meredakan ketegangan tanpa membuat siapa pun merasa disalahkan.
1. “Saya mengerti dari mana Anda berasal.”
Ketika seseorang merasa tidak didengar, mereka cenderung berbicara lebih keras, lebih panjang, atau lebih emosional.
Ungkapan ini memberikan validasi tanpa harus menyetujui seluruh pendapat lawan bicara.
Perbedaannya sangat penting. Memahami tidak sama dengan menyetujui.
Dengan mengatakan, “Saya mengerti dari mana Anda berasal,” Anda menunjukkan bahwa perspektif mereka telah diterima dan dipertimbangkan. Hal ini sering kali cukup untuk menurunkan intensitas emosi yang sedang meningkat.
Dalam psikologi komunikasi, validasi merupakan salah satu cara paling efektif untuk menciptakan hubungan yang kooperatif.
2. “Mungkin ada sesuatu yang saya lewatkan.”
Orang yang tidak matang secara emosional biasanya berusaha mempertahankan posisi mereka sekuat mungkin.
Sebaliknya, orang yang matang tidak takut mengakui bahwa mereka mungkin belum melihat keseluruhan gambaran.
Ungkapan ini memiliki efek yang luar biasa. Ketika Anda menunjukkan kerendahan hati intelektual, orang lain cenderung ikut menurunkan pertahanannya.
Alih-alih menciptakan suasana “siapa yang benar dan siapa yang salah”, kalimat ini mengubah percakapan menjadi pencarian solusi bersama.

Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Skor DPMM FC vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026: Misi Dalberto Tebar Pesona di Klub Baru!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
An Se Young Mundur dari China Open 2026 karena Cedera, Fokus Pulihkan Kondisi Jelang Kejuaraan Dunia
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
