
seseorang yang selalu membayangkan skenario terburuk./ Freepik/stockking
JawaPos.com - Pernahkah kamu merasa pikiranmu otomatis melompat ke kemungkinan terburuk, bahkan sebelum sesuatu benar-benar terjadi? Baru menerima pesan singkat saja sudah membayangkan konflik besar.
Baru akan memulai sesuatu, tapi bayangan kegagalan terasa begitu nyata. Dalam psikologi, kebiasaan ini dikenal sebagai catastrophizing—kecenderungan membayangkan hasil paling buruk dari sebuah situasi.
Menariknya, pola pikir ini jarang muncul begitu saja. Banyak penelitian dan pendekatan psikologi perkembangan menunjukkan bahwa kebiasaan membayangkan skenario terburuk sering berakar pada pengalaman masa kanak-kanak.
Dilansir dari Geediting pada Selasa (27/1), terdapat delapan pengalaman yang kerap dialami di masa kecil oleh orang-orang yang tumbuh dengan kecenderungan tersebut.
1. Lingkungan yang Tidak Konsisten dan Sulit Diprediksi
Anak-anak membutuhkan rasa aman melalui rutinitas dan kepastian. Ketika mereka tumbuh di lingkungan yang penuh ketidakpastian—orang tua yang suasana hatinya berubah-ubah, konflik rumah tangga, atau kondisi ekonomi yang tidak stabil—otak anak belajar satu hal: selalu bersiap untuk yang terburuk.
Sebagai mekanisme bertahan hidup, anak mulai memindai lingkungan untuk mencari tanda bahaya. Kebiasaan ini terbawa hingga dewasa, membuat mereka terus-menerus mengantisipasi kemungkinan terburuk meskipun situasinya relatif aman.
2. Terlalu Sering Disalahkan atau Dikritik
Anak yang sering disalahkan, dipermalukan, atau dikritik secara berlebihan akan tumbuh dengan keyakinan bahwa kesalahan kecil bisa berujung pada konsekuensi besar. Mereka belajar bahwa kegagalan bukan sekadar pengalaman belajar, melainkan sesuatu yang “berbahaya”.
Akibatnya, saat dewasa, mereka cenderung membayangkan skenario terburuk sebagai bentuk perlindungan diri: “Kalau aku sudah siap dengan yang paling buruk, setidaknya aku tidak akan terlalu sakit hati.”
3. Kurangnya Validasi Emosional
Banyak orang tumbuh dengan kalimat seperti:
“Ah, itu lebay.”
“Jangan cengeng.”
“Perasaan kamu nggak penting.”

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
