
seseorang yang memperkenalkan diri dengan jabat tangan./Freepik/tete_escape
JawaPos.com - Dalam hitungan detik pertama saat bertemu seseorang, penilaian sering kali sudah terbentuk—bahkan sebelum sepatah kata pun terucap.
Cara seseorang berjabat tangan dan menjaga kontak mata bukan sekadar formalitas sosial, melainkan sinyal psikologis yang kuat.
Psikologi sosial menyebut momen perkenalan sebagai first impression window, jendela singkat di mana otak manusia langsung menafsirkan karakter, niat, dan kepribadian lawan bicara.
Jabat tangan yang mantap—tidak terlalu lemah, tidak terlalu keras—dipadukan dengan kontak mata yang wajar, sering kali diasosiasikan dengan individu yang memiliki kualitas internal tertentu.
Bukan kebetulan, bahasa tubuh ini kerap ditemukan pada orang-orang yang dipercaya, dihormati, dan mudah membangun koneksi.
DIlansir dari Geediting pada Jumat (16/1), menurut berbagai temuan psikologi perilaku, inilah sembilan kualitas yang umumnya tercermin dari cara perkenalan semacam ini.
1. Kepercayaan Diri yang Sehat
Jabat tangan yang mantap menandakan seseorang nyaman dengan dirinya sendiri. Ia tidak berusaha mendominasi, tetapi juga tidak menunjukkan keraguan.
Kontak mata yang stabil memperkuat kesan bahwa ia hadir sepenuhnya dalam interaksi tersebut. Psikologi menyebut ini sebagai secure confidence—kepercayaan diri yang tidak agresif, namun solid dari dalam.
2. Kesadaran Sosial yang Baik
Orang yang mampu menyesuaikan tekanan jabat tangan dan durasi kontak mata biasanya memiliki empati sosial.
Ia membaca situasi, memahami norma, dan peka terhadap kenyamanan orang lain. Ini menunjukkan kecerdasan sosial, yaitu kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain tanpa membuat suasana menjadi canggung atau terintimidasi.
3. Kejujuran dan Keterbukaan
Kontak mata sering dikaitkan dengan transparansi. Dalam psikologi komunikasi, menghindari tatapan mata kerap diasosiasikan—meski tidak selalu—dengan ketidaknyamanan atau keinginan menyembunyikan sesuatu.
Sebaliknya, tatapan yang natural saat berjabat tangan memberi sinyal bahwa seseorang tidak memiliki niat tersembunyi dan terbuka dalam berinteraksi.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
