Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 Juli 2026 | 05.17 WIB

Menurut Psikologi, Tidak Suka Melakukan Kontak Mata, Bahkan dengan Teman-Teman, Anda Mungkin Memiliki 6 Tipe Kepribadian

seseorang yang tidak suka melakukan kontak mata (Freepik/freepik)

 
JawaPos.com - Kontak mata merupakan salah satu bentuk komunikasi nonverbal yang paling efektif. 
 
Bagi banyak orang, ini merupakan indikasi rasa percaya diri, keterbukaan, dan keterhubungan dengan orang lain.
 
Namun, tidak semua orang merasa tenang ketika menatap mata lawan bicaranya, bahkan dalam situasi dengan orang-orang terdekat seperti teman. 
 
Dilansir dari Geediting pada Selasa (8/7), Jika Anda adalah seseorang yang merasa tidak nyaman atau bahkan sangat enggan melakukan kontak mata, psikologi melihat ini bukan hanya sekadar kebiasaan, tetapi bisa jadi cerminan dari kepribadian Anda.

Berikut ini adalah enam tipe kepribadian yang dapat Anda miliki jika Anda cenderung menghindari kontak mata:

1. Kepribadian Introvert yang Dalam

Individu dengan kepribadian introvert sering kali lebih terfokus pada pikiran internal mereka ketimbang pada dunia luar. 
 
Kontak mata bisa terasa sangat mengganggu atau berat, karena mereka lebih memilih untuk mencerna informasi di dalam diri dan menjaga batasan emosi yang jelas.

Ciri-ciri: Lebih suka berkomunikasi melalui tulisan, berpikir sebelum berbicara, dan biasanya butuh waktu sendiri untuk mengisi ulang energi.

Menghindari kontak mata bisa jadi merupakan bentuk perlindungan diri dari rangsangan sosial yang berlebihan, bukan karena mereka tidak peduli.

2. Individu yang Sangat Sensitif (HSP)

Tipe kepribadian HSP atau orang yang sensitif memiliki sistem saraf yang lebih responsif terhadap rangsangan emosional. 
 
Kontak mata bisa terasa membebani secara emosional karena mereka dapat "membaca" terlalu banyak perasaan orang lain melalui tatapan.

Ciri-ciri: Mudah tersentuh oleh kritik, memiliki tingkat empati yang tinggi, dan sangat peka terhadap emosi orang di sekitarnya.

Menghindari kontak mata bisa menjadi cara untuk mencegah kelelahan emosional akibat menyerap perasaan dari orang lain.

3. Kepribadian dengan Kecemasan Sosial

Bagi mereka yang mengalami kecemasan sosial, kontak mata dapat terasa seperti sorotan yang menilai dan menghakimi. 
 
Bahkan dalam interaksi yang ramah, mereka bisa merasa takut terlihat canggung atau tidak menarik jika menatap langsung.

Ciri-ciri: Sering khawatir tentang pendapat orang lain, takut melakukan kesalahan di depan umum, dan cepat merasa malu.

Menghindari kontak mata sering kali merupakan strategi untuk mengurangi tekanan sosial yang mereka alami.

4. Kepribadian Pemikir Dalam

Beberapa orang sangat fokus pada pikiran mereka sendiri saat berbicara atau mendengarkan. 
 
Mereka cenderung "masuk ke dalam pikiran" dan menyelami berbagai kemungkinan, perspektif, dan ide yang kompleks.

Ciri-ciri: Sering merenung, senang berdiskusi tentang topik filosofis atau abstrak, dan memiliki dunia batin yang kaya.

Menghindari kontak mata bisa terjadi karena perhatian mereka tertuju pada proses berpikir, bukan pada interaksi sosial itu sendiri.

5. Kepribadian Neurodivergen (seperti Autisme Ringan atau ADHD)

Pada spektrum neurodivergensi, kontak mata dapat terasa tidak natural atau melelahkan. 
 
Individu-individu ini mungkin memiliki keterampilan komunikasi yang baik, namun cara mereka memproses interaksi sosial mungkin berbeda dari kebanyakan orang.

Ciri-ciri: Sulit membaca isyarat sosial, lebih nyaman dengan rutinitas, atau lebih tertarik pada objek/informasi dibandingkan interaksi sosial.

Menghindari kontak mata sering kali dilakukan tanpa maksud tidak sopan, melainkan karena cara berpikir mereka yang berbeda.

6. Kepribadian Tertutup Emosional

Individu dengan kepribadian ini cenderung menghindari ekspresi emosional dan lebih suka menjaga jarak dari pengalaman emosional.

Ada juga individu yang tanpa sadar menghindari hubungan emosional yang terlalu dekat, karena mereka merasa rentan atau takut mengalami luka. 
 
Melakukan kontak mata dapat membuka peluang untuk kedekatan emosional, namun hal ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi orang yang cenderung menyimpan perasaan mereka.

Karakternya: Sulit untuk membahas perasaan, menghindari perselisihan, tampak "dingin" sementara menyimpan banyak hal di dalam diri.

Menghindari tatapan mata adalah cara untuk melindungi diri agar tidak merasa terlalu terbuka atau terpapar secara emosional.

Jadi, Apa yang Dimaksud Jika Anda Tidak Nyaman dengan Kontak Mata?

Jika Anda merasa canggung saat melakukan kontak mata, bahkan dengan sahabat terdekat, hal ini bukan berarti ada yang "salah" dengan diri Anda. 
 
Sebaliknya, hal ini mungkin mencerminkan cara Anda menjalani hubungan sosial, yang sejalan dengan kepribadian serta sistem emosional yang Anda miliki.

Dalam sejumlah budaya atau konteks psikologis, menghindari kontak mata bisa dianggap sebagai bentuk penghormatan atau sopan santun. 
 
Oleh karena itu, penting untuk memahami bahwa tidak semua interaksi harus terjadi dengan cara yang serupa. 
 
Namun, mengenali kecenderungan ini dapat membantu Anda lebih menyadari bagaimana cara Anda berinteraksi dan bagaimana hal tersebut mungkin dipahami oleh orang lain.

Penutup: Membangun Keseimbangan

Jika Anda ingin memperdalam hubungan sosial atau meningkatkan rasa percaya diri, Anda bisa berlatih melakukan kontak mata dengan perlahan dan sesuai dengan kenyamanan Anda. 
 
Tidak perlu memaksakan diri untuk menatap tanpa henti. 
 
Sekadar memberikan perhatian saat lawan bicara berbicara, dan sesekali melakukan kontak mata sejenak dapat menjadi sinyal bahwa Anda ada dan terhubung.

Memahami kepribadian Anda merupakan langkah awal menuju penerimaan diri dan hubungan sosial yang lebih baik.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore