seseorang yang tidak memiliki panutan pria yang kuat Sumber foto: Freepik/The Yuri Arcurs Collection
JawaPos.com - Kedewasaan emosional bukan soal usia, melainkan tentang cara seseorang memahami perasaan, berkomunikasi, dan bertanggung jawab dalam hubungan. Sayangnya, banyak pria yang terlihat dewasa dari luar, tetapi masih menunjukkan pola perilaku yang justru melelahkan pasangannya secara emosional.
Menurut psikologi hubungan, pria yang belum matang secara emosional cenderung menghindari kejujuran, konflik sehat, dan keseimbangan dalam hubungan. Tanpa disadari, kebiasaan-kebiasaan ini bisa mengikis rasa hormat, kepercayaan, dan kedekatan.
Berikut lima perilaku yang sering menjadi tanda bahwa seorang pria belum sepenuhnya dewasa secara emosional seperti dirangkum dari laman Your Tango!
Saat pasanganmu bertanya apakah kamu lebih memilih makanan Italia atau Tiongkok, atau ingin keluar bersama teman atau bersantai di rumah, menjawab “terserah” bukanlah sikap netral yang bijak. Jawaban itu justru sering terasa seperti menghindar dari tanggung jawab.
Kebanyakan wanita tidak bertanya hanya untuk basa-basi. Mereka ingin tahu apa yang kamu pikirkan dan rasakan. Ketika kamu menahan pendapatmu, pasangan bisa merasa sendirian dalam mengambil keputusan, seolah semua beban ada di pundaknya. Berani menyuarakan pilihanmu membuat hubungan terasa lebih setara dan memperkuat rasa kebersamaan sebagai tim.
Dalam kehidupan yang penuh tekanan, semua orang bisa berbuat salah, termasuk pasanganmu. Saat kamu melakukan kesalahan dan ditegur dengan cara yang sehat, kamu mungkin menyadari kekeliruan dan berusaha berubah. Namun ironisnya, banyak pria justru memilih diam ketika pasangannya bersikap tidak adil atau menyakitkan.
Sikap membiarkan ini bukan tanda kedewasaan, melainkan penghindaran konflik. Dalam jangka panjang, diam justru bisa menumbuhkan rasa tidak dihargai dan kehilangan respek. Psikologi menunjukkan bahwa individu yang belum dewasa secara emosional sering kesulitan menetapkan batasan karena takut konflik atau takut kehilangan pasangan. Padahal, kejujuran dan batasan yang sehat justru menjaga hubungan tetap kuat.
Bagi banyak pria, pesan teks hanyalah alat komunikasi singkat saat ada waktu luang. Namun bagi banyak wanita, pesan memiliki makna emosional yang lebih dalam. Ketika kamu tiba-tiba intens mengirim pesan lalu menghilang tanpa penjelasan, itu bisa memicu kebingungan dan kecemasan.
Jika kamu sibuk atau tidak bisa membalas dalam waktu lama, memberi penjelasan singkat adalah bentuk kedewasaan emosional. Kalimat sederhana seperti, “Aku lagi rapat, nanti aku hubungi lagi,” sudah cukup untuk menjaga perasaan pasanganmu. Orang yang matang secara emosional lebih nyaman menyampaikan kebutuhan dan keterbatasannya secara langsung, bukan lewat sikap menggantung.
Memiliki hobi adalah hal yang sehat, bahkan menarik. Wanita umumnya senang melihat pasangannya punya minat yang membuatnya bahagia. Masalah muncul ketika hobi berubah menjadi pusat hidup dan satu-satunya topik pembicaraan.
Jika setiap percakapan selalu kembali ke hobi, sementara kehidupan pasangan jarang mendapat ruang, hubungan bisa terasa timpang. Psikologi hubungan menekankan pentingnya keseimbangan antara kepentingan pribadi dan komitmen bersama. Hobi seharusnya memperkaya hidupmu, bukan menjadi pelarian dari kedekatan emosional dengan pasangan.
Melarang atau merasa terancam oleh persahabatan pasangan dengan pria lain sering kali berasal dari rasa tidak aman. Padahal, memiliki teman adalah kebutuhan emosional yang sehat, termasuk bagi wanita dalam hubungan.
Jika pasanganmu punya teman pria yang tidak melibatkan unsur romantis, itu bukan ancaman. Justru, rasa percaya yang kamu tunjukkan akan membuatnya semakin nyaman dan menghargaimu. Kedewasaan emosional berarti mampu membedakan antara persahabatan dan ancaman nyata, serta percaya pada komitmen pasanganmu.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
