
seseorang yang dingin dengan keluarga./Freepik/freepik
JawaPos.com - Tidak sedikit orang yang terlihat hangat, ramah, dan penuh empati saat bersama teman, rekan kerja, atau bahkan orang asing. Mereka pandai bercanda, mudah akrab, dan sering menjadi tempat curhat.
Namun ada satu paradoks yang membingungkan: sikap mereka justru dingin, menjaga jarak, atau datar saat berhadapan dengan keluarga sendiri.
Fenomena ini sering disalahpahami sebagai sikap durhaka, tidak tahu berterima kasih, atau sekadar “tidak dekat dengan keluarga”. Padahal, dalam perspektif psikologi, perilaku ini jarang muncul tanpa sebab.
Banyak penelitian dan pendekatan psikodinamik menunjukkan bahwa pola ini sering berakar dari pengalaman masa kecil yang membentuk cara seseorang memahami kelekatan, rasa aman, dan kasih sayang.
Dilansir dari Geediting pada Rabu (24/12), terdapat 10 pengalaman masa kecil yang sering dimiliki oleh orang-orang yang ramah di luar, tetapi emosionalnya tertutup di dalam keluarga.
1. Tumbuh dalam Lingkungan yang Minim Validasi Emosi
Sejak kecil, perasaan mereka jarang dianggap penting. Saat sedih, mereka dibilang “lebay”. Saat marah, dianggap “kurang ajar”. Akibatnya, anak belajar satu hal: emosi tidak aman untuk ditunjukkan di rumah.
Ketika dewasa, mereka justru lebih nyaman mengekspresikan diri pada teman, karena respons yang diterima terasa lebih manusiawi dan tidak menghakimi.
2. Terbiasa Menjadi Anak yang “Harus Kuat”
Banyak dari mereka dibesarkan dengan tuntutan untuk selalu mengalah, dewasa sebelum waktunya, atau menjadi penopang emosional keluarga. Mereka jarang diberi ruang untuk rapuh.
Di luar rumah, mereka boleh menjadi diri sendiri. Di dalam keluarga, peran “yang kuat” membuat mereka otomatis menjaga jarak emosional.
3. Kasih Sayang Bersifat Bersyarat
Pujian dan perhatian hanya datang ketika mereka berprestasi, patuh, atau memenuhi ekspektasi tertentu. Ini menanamkan keyakinan bawah sadar bahwa cinta harus diperjuangkan.
Teman sering memberi penerimaan tanpa syarat, sementara keluarga terasa seperti arena penilaian. Maka kehangatan pun lebih mudah tumbuh di luar.
4. Konflik Keluarga yang Tidak Pernah Diselesaikan

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
