Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 Desember 2025 | 03.56 WIB

Psikologi Mengatakan Orang yang Ramah dengan Teman tetapi Dingin dengan Keluarga Biasanya Memiliki 10 Pengalaman Masa Kecil Ini

seseorang yang dingin dengan keluarga./Freepik/freepik - Image

seseorang yang dingin dengan keluarga./Freepik/freepik

JawaPos.com - Tidak sedikit orang yang terlihat hangat, ramah, dan penuh empati saat bersama teman, rekan kerja, atau bahkan orang asing. Mereka pandai bercanda, mudah akrab, dan sering menjadi tempat curhat.

Namun ada satu paradoks yang membingungkan: sikap mereka justru dingin, menjaga jarak, atau datar saat berhadapan dengan keluarga sendiri.

Fenomena ini sering disalahpahami sebagai sikap durhaka, tidak tahu berterima kasih, atau sekadar “tidak dekat dengan keluarga”. Padahal, dalam perspektif psikologi, perilaku ini jarang muncul tanpa sebab.

Banyak penelitian dan pendekatan psikodinamik menunjukkan bahwa pola ini sering berakar dari pengalaman masa kecil yang membentuk cara seseorang memahami kelekatan, rasa aman, dan kasih sayang.

Dilansir dari Geediting pada Rabu (24/12), terdapat 10 pengalaman masa kecil yang sering dimiliki oleh orang-orang yang ramah di luar, tetapi emosionalnya tertutup di dalam keluarga.

1. Tumbuh dalam Lingkungan yang Minim Validasi Emosi

Sejak kecil, perasaan mereka jarang dianggap penting. Saat sedih, mereka dibilang “lebay”. Saat marah, dianggap “kurang ajar”. Akibatnya, anak belajar satu hal: emosi tidak aman untuk ditunjukkan di rumah.

Ketika dewasa, mereka justru lebih nyaman mengekspresikan diri pada teman, karena respons yang diterima terasa lebih manusiawi dan tidak menghakimi.

2. Terbiasa Menjadi Anak yang “Harus Kuat”

Banyak dari mereka dibesarkan dengan tuntutan untuk selalu mengalah, dewasa sebelum waktunya, atau menjadi penopang emosional keluarga. Mereka jarang diberi ruang untuk rapuh.

Di luar rumah, mereka boleh menjadi diri sendiri. Di dalam keluarga, peran “yang kuat” membuat mereka otomatis menjaga jarak emosional.

3. Kasih Sayang Bersifat Bersyarat

Pujian dan perhatian hanya datang ketika mereka berprestasi, patuh, atau memenuhi ekspektasi tertentu. Ini menanamkan keyakinan bawah sadar bahwa cinta harus diperjuangkan.

Teman sering memberi penerimaan tanpa syarat, sementara keluarga terasa seperti arena penilaian. Maka kehangatan pun lebih mudah tumbuh di luar.

4. Konflik Keluarga yang Tidak Pernah Diselesaikan

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore