Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 Desember 2025 | 21.59 WIB

Orang yang Cepat Bangkit dari Keterpurukan Biasanya Mempraktikkan 9 Kebiasaan Harian Ini Menurut Psikologi

seseorang yang cepat bangkit dari keterpurukan./ Freepik/freepik - Image

seseorang yang cepat bangkit dari keterpurukan./ Freepik/freepik

JawaPos.com - Keterpurukan adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan: kegagalan pekerjaan, hubungan yang kandas, bisnis yang jatuh, atau tekanan yang datang bertubi-tubi.

Namun, beberapa orang tampak punya “ketahanan mental” yang membuat mereka mampu bangkit jauh lebih cepat dibanding orang lain.

Dilansir dari Geediting pada Sabtu (6/12), psikologi modern menyebut kemampuan ini sebagai resilience—daya lenting emosional yang dapat dilatih lewat kebiasaan harian yang sederhana namun konsisten.

Dalam artikel ini, kita akan mengurai sembilan kebiasaan yang umumnya dimiliki oleh orang-orang yang dapat pulih dari keterpurukan dengan relatif cepat.

Setiap kebiasaan bukan hanya berbasis riset psikologi, tetapi juga memberikan gambaran bagaimana kita bisa menanamkannya dalam rutinitas sehari-hari.

1. Mereka Memulai Hari dengan Ritual Grounding

Orang yang tangguh biasanya memulai hari dengan sesuatu yang menegaskan kembali kendali atas diri mereka: meditasi singkat, journaling, stretching, atau sek simple mindful breathing.

Psikologi menunjukkan bahwa grounding ritual membantu menurunkan kecemasan, menstabilkan emosi, dan meningkatkan fokus—fondasi penting untuk menghadapi hari yang berat.

2. Mereka Melatih Self-awareness Setiap Hari

Seseorang yang cepat bangkit bukan karena mereka tak pernah merasa hancur, tetapi karena mereka cepat menyadari apa yang mereka rasakan.

Self-awareness membuat mereka mampu mengenali emosi negatif sejak awal, lalu mengelolanya sebelum berkembang menjadi krisis yang lebih besar.

Riset menyebutkan bahwa orang dengan kesadaran diri tinggi memiliki kemampuan emotional regulation yang lebih kuat.

3. Mereka Menjaga Pola Tidur yang Stabil

Kedengarannya sederhana, tetapi tidur yang cukup adalah pondasi dari kesehatan mental.

Psikologi menunjukkan kurang tidur menurunkan toleransi stres, memperburuk kecemasan, dan mengurangi fungsi kognitif.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore