Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Oktober 2025 | 19.18 WIB

Kenali 7 Frasa Tenang Pria yang Ingin Keluar dari Hubungan Namun Takut Konfrontasi secara Langsung

ilustrasi seorang pria yang menjauh dari pasangannya, menggambarkan keinginan untuk keluar dari hubungan namun menghindari konfrontasi secara langsung./Freepik - Image

ilustrasi seorang pria yang menjauh dari pasangannya, menggambarkan keinginan untuk keluar dari hubungan namun menghindari konfrontasi secara langsung./Freepik

JawaPos.com - Meninggalkan suatu hubungan, pekerjaan, atau pertemanan adalah proses yang jarang sekali mudah, terutama jika harus berhadapan dengan konflik dan rasa sakit yang ditimbulkannya.

Terkadang, seorang pria memilih untuk menjauh secara perlahan tanpa mengucapkan kata-kata perpisahan yang jelas karena enggan menciptakan drama.

Mereka biasanya menggunakan frasa yang tenang dan ambigu untuk menciptakan jarak, tujuannya agar mereka tidak terlihat seperti tokoh antagonis yang jahat melansir dari Global English Editing Rabu (22/10).

Mengenali pola komunikasi seperti ini penting, sehingga Anda bisa mengurai kabut ketidakpastian dan melindungi diri dari rasa sakit yang berkepanjangan.

Berikut tujuh frasa yang sering digunakan saat seorang pria ingin mengakhiri hubungan, tetapi takut menghadapi konfrontasi secara langsung.

1. "Aku Hanya Butuh Sedikit Ruang"

Pada dasarnya, permintaan ruang untuk diri sendiri adalah hal yang wajar dalam sebuah hubungan yang sehat. Namun, ketika permintaan "ruang" ini menjadi kabur tanpa batas waktu, tujuan, atau rencana yang jelas, itu adalah tanda bahwa ia ingin menjauh tanpa perlu mengumumkannya. Pria akan mempertahankan hubungan Anda di back burner dengan kontak sesekali, memastikan bahwa ia dapat mengklaim bahwa ia belum benar-benar pergi dari hidup Anda. Anda akan mulai tawar-menawar soal kapan boleh menelepon atau bertemu, sementara ia berhasil menghindari percakapan yang sebenarnya.

2. "Aku Benar-benar Sibuk Sekarang"

Kesibukan adalah hal yang normal, tetapi menjadikannya sebagai sebuah strategi untuk menghilang adalah persoalan yang sangat berbeda. Pria yang ingin keluar dari hubungan akan menjadwalkan ketidakhadirannya dalam blok-blok waktu yang terdengar terhormat. Jadwalnya mendadak diisi oleh proyek kerja yang memakan akhir pekan atau sesi gym larut malam, sehingga malam kencan Anda pun otomatis dibatalkan secara sepihak. Kalender akhirnya berubah menjadi perisai yang membuat Anda harus bersaing dengan segala kewajiban yang dibuatnya demi mendapatkan waktu dan tempat di kehidupannya.

3. "Aku Tidak Tahu Apa yang Kuinginkan"

Ketidakpastian ini bisa saja jujur, tetapi seringkali ini hanya menjadi tembok yang melindungi dia dari tanggung jawab dalam hubungan. Jika ia benar-benar bingung, ia akan melakukan upaya konkret untuk mencari tahu, seperti terapi, jeda waktu yang terstruktur, atau check-in berkala. Namun, jika ia ingin keluar, "Aku tidak tahu" akan menjadi lagu yang terus-menerus mengganggu, meredam kebutuhan dan rencana yang sudah Anda susun sebelumnya. Anda akhirnya mengambil peran sebagai manajer proyek untuk kebingungan orang lain, membuat rencana yang tidak pernah benar-benar dijalankan olehnya.

4. "Kamu Pantas Mendapatkan yang Lebih Baik"

Frasa ini terdengar sangat mulia, seolah-olah dia sedang memberi Anda shove yang dibungkus dengan beludru lembut. Maksud sebenarnya adalah, "Kamu pantas mendapatkan seseorang yang ingin berada di sini, dan itu bukan aku, tetapi aku ingin dianggap mulia." Ia menyerahkan kembali harga diri Anda seolah-olah itu adalah milik yang baru saja ia temukan. Akhirnya, Anda memegang sebuah pujian di satu di antara tangan dan perpisahan di tangan yang lain, merasa bingung harus merespons yang mana.

5. "Jangan Sampai Kita Memberi Label pada Hubungan Ini"

Pada tahap awal hubungan, menunggu label adalah hal yang wajar, tetapi setelah berbulan-bulan berbagi waktu dan pengalaman, "tanpa label" berarti "tanpa pertanggungjawaban." Ia hanya menginginkan segala keuntungan yang ada di dalam hubungan tanpa adanya deklarasi yang justru akan membuatnya lebih sulit untuk pergi. Anda mulai menerjemahkan isyarat dan vibes untuk mencari definisi, sementara dia menikmati penyangkalan yang masuk akal dan aman. Ini bukanlah batasan yang sehat, melainkan penghalang yang dipaksakan agar ia terhindar dari komitmen jangka panjang.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore