
Ilustrasi seseorang berbicara dengan ekspresi ragu dan rendah diri, sementara lawan bicaranya tampak memberikan pujian yang meyakinkan./Freepik
JawaPos.com - Ketika seseorang berkata, "Aku tidak pandai dalam hal ini," sering kali mereka bukan benar-benar menilai diri sendiri. Mereka justru sedang berharap orang lain akan menyanggah pernyataan tersebut. Ini adalah contoh halus dari upaya 'memancing pujian' tanpa terlihat secara terang-terangan.
Melansir dari Geediting.com Selasa (14/10), orang memiliki cara cerdik untuk membungkus kebutuhan validasi dalam kalimat yang dirangkai hati-hati.
Mengenali delapan frasa ini memberi kita wawasan penting tentang kebutuhan emosional mereka. Ini adalah tarian rumit antara kata-kata dan emosi yang perlu kita pahami.
1. Komentar Merendahkan Diri Sendiri
Ungkapan seperti, "Ya ampun, aku payah sekali dalam hal ini," sering terdengar dari mereka yang mencari pujian. Meskipun tampak sebagai penilaian diri yang jujur, ini sebetulnya adalah permintaan halus untuk mendapat kepastian. Mereka berharap Anda akan membantah dan menghujani mereka dengan kata-kata manis.
2. Meremehkan Pencapaian
Pernahkah seseorang menceritakan pencapaian besar, namun meremehkannya dengan berkata, "Ah, aku hanya melakukan hal kecil hari ini"? Ini adalah frasa klasik 'memancing pujian' yang memungkinkan mereka berbagi prestasi tanpa terlihat sombong. Mereka menunggu Anda menanyakan lebih lanjut tentang "hal kecil" tersebut dan memuji dengan tulus.
3. Permainan Membandingkan Diri
"Lihatlah betapa bagusnya dia, aku tidak akan pernah setalenta itu." Ini adalah cara lain untuk memancing pujian yang sering digunakan oleh banyak orang. Mereka membandingkan diri secara negatif untuk mendorong Anda meyakinkan mereka tentang nilai diri sendiri. Secara naluriah, kita akan cenderung menghibur mereka dengan pujian.
4. Pertanyaan Terselubung
"Apakah pakaian ini terlihat aneh di badanku?" Pertanyaan ini mungkin terlihat polos, padahal ini adalah permintaan tersembunyi untuk sebuah pujian. Dengan menunjukkan keraguan, mereka secara tidak langsung meminta jaminan positif. Mereka mengharapkan tanggapan yang dapat menghilangkan kekhawatiran mereka dengan segera.
5. Penurunan Nilai Tak Terduga
"Aku pikir aku sudah berhasil, tapi ternyata hasilnya tidak sebaik yang aku bayangkan." Frasa ini adalah taktik umum untuk mendapatkan validasi saat mereka merasa tidak yakin akan hasil upaya besar. Dengan menunjukkan kekecewaan, mereka diam-diam berharap orang lain akan menyanggah penilaian itu. Ungkapan ini menjadi cara tidak langsung untuk mencari dukungan dan dorongan.
6. Pujian Diri yang Sarkastik
"Ya, aku memang jenius sejati, bukan?" Ungkapan sarkasme seperti ini bisa jadi upaya terselubung untuk memancing pujian. Mereka seolah mengejek diri sendiri, tetapi sebenarnya mereka berharap Anda menyoroti kualitas positif mereka. Ini adalah cara cerdas untuk meminta validasi sambil mempertahankan kesan santai.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
