Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 Oktober 2025 | 20.43 WIB

8 Hal yang Masih Dikejar Setelah Usia 65 Padahal Bukan Sumber Kebahagiaan Sejati

Ilustrasi sepasang suami istri lansia yang duduk di bangku taman sambil berpegangan tangan, menunjukkan kebahagiaan terletak pada hubungan./Freepik - Image

Ilustrasi sepasang suami istri lansia yang duduk di bangku taman sambil berpegangan tangan, menunjukkan kebahagiaan terletak pada hubungan./Freepik

JawaPos.com - Usia 65 tahun sering dianggap sebagai periode refleksi dan menikmati hasil kerja keras selama ini.

Namun, banyak orang di usia emas ini justru masih sibuk mengejar tujuan yang keliru. Pengejaran ini membuat mereka kehilangan esensi kebahagiaan sejati yang seharusnya sudah dimiliki.

Melansir dari Geediting.com Minggu (5/10), ada delapan pengejaran yang salah kaprah dan sering membuat orang melewatkan makna kebahagiaan.

Hal ini sering terjadi karena mereka fokus pada faktor eksternal daripada nilai-nilai internal. Mari kita telaah lebih jauh apa saja delapan hal tersebut.

1. Penumpukan Kekayaan

Mengejar kekayaan setelah usia 65 adalah hal umum, tetapi ini merupakan pengejaran yang menyesatkan. Kekayaan bisa membeli kenyamanan, namun sama sekali tidak dapat membeli kebahagiaan sejati. Setelah usia ini, yang penting adalah kekayaan pengalaman dan kualitas hubungan, bukan jumlah rekening.

2. Kesempurnaan

Mencari kesempurnaan seringkali membawa seseorang pada jalur ketidakpuasan berkelanjutan. Hal ini hanya akan menimbulkan lebih banyak stres. Kebahagiaan sejati ditemukan dalam menghargai keindahan ketidaksempurnaan yang unik pada diri sendiri.

3. Masa Muda Abadi

Obsesi untuk terlihat dan merasa muda kembali dapat membuat seseorang melewatkan banyak momen berharga. Upaya mempertahankan masa muda dapat menguras energi, padahal usia tidak bisa dihindari. Kebahagiaan terletak pada penerimaan dan perayaan terhadap setiap fase usia.

4. Status Sosial

Satu di antara pengejaran yang tidak perlu adalah meningkatkan status sosial atau pengakuan dari orang lain. Status sosial adalah ukuran kebahagiaan yang dangkal dan fana saja. Kekuatan sejati datang dari rasa damai dan kepuasan internal yang stabil.

5. Hidup di Masa Lalu

Terjebak pada penyesalan atau pencapaian di masa lampau menghalangi seseorang menikmati momen saat ini. Hidup di masa lalu dapat menguras energi mental dan emosional. Setelah usia 65, fokus haruslah pada kegembiraan yang terjadi di sini dan saat ini.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore