Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 Oktober 2025 | 16.32 WIB

Menyingkap 7 Sifat Psikologis Pria dan Wanita yang Maraton Serial dalam Semalam

Ilustrasi seseorang duduk di sofa dengan laptop di pangkuannya, dikelilingi bungkus makanan ringan, fokus menonton serial di akhir pekan./Freepik - Image

Ilustrasi seseorang duduk di sofa dengan laptop di pangkuannya, dikelilingi bungkus makanan ringan, fokus menonton serial di akhir pekan./Freepik

JawaPos.com - Menonton serial secara maraton atau binge-watching telah menjadi kegiatan akhir pekan yang sangat umum di era streaming saat ini.

Orang-orang sering menghabiskan seluruh waktu luang mereka untuk tenggelam dalam sebuah cerita. Kebiasaan ini sebenarnya bukan hanya sekadar hiburan biasa.

Melansir dari Geediting.com Jumat (3/10), kebiasaan maraton ini ternyata sering kali terkait dengan tujuh sifat psikologis tertentu.

Memahami sifat-sifat ini dapat memberi kita wawasan lebih dalam tentang kebutuhan batin para penonton. Mari kita simak ketujuh sifat yang sering muncul menurut psikologi tersebut.

1. Keinginan Mendalam untuk Penutupan (Closure)

Ada daya tarik dalam menonton maraton yang memenuhi kebutuhan dasar manusia akan penyelesaian. Para penonton maraton merasakan dorongan psikologis untuk melihat sebuah kisah diselesaikan. Sifat ini juga sering ditunjukkan melalui kepuasan yang tinggi saat seseorang mampu menyelesaikan tugas dalam sekali duduk.

2. Empati yang Tinggi (Empathy Overload)

Satu di antara sifat yang menonjol adalah tingkat empati yang lebih tinggi dari biasanya. Penonton maraton cenderung terhubung secara mendalam dengan perjuangan dan kemenangan karakter fiksi. Empati yang intens ini sering kali meluas ke interaksi dalam kehidupan nyata mereka.

3. Kecenderungan Menunda (Procrastination Tendencies)

Orang yang melakukan maraton serial sering kali memiliki kecenderungan untuk menunda tugas dan tanggung jawab. Menonton serial adalah cara mereka melarikan diri dari tekanan dan tuntutan sehari-hari. Meskipun memberikan kelegaan sementara, kebiasaan ini tidak menghilangkan tanggung jawab mereka.

4. Kehausan akan Koneksi (Quest for Connection)

Perilaku maraton serial ini bukan hanya tentang melihat karakter fiksi semata. Namun, ini juga tentang koneksi emosional yang terjalin saat menonton. Penonton maraton menjalin ikatan emosional dengan karakter, bahkan merasakan kenyamanan dalam perjuangan mereka.

5. Kemampuan untuk Imersi dalam Realitas Alternatif

Penonton maraton memiliki kemampuan unik untuk tenggelam sepenuhnya dalam dunia fiksi untuk waktu yang lama. Menurut psikologi, imersi ini dapat menjadi cara unik untuk mengatasi kenyataan hidup. Ini menunjukkan kapasitas mereka untuk sepenuhnya menanamkan diri dalam sebuah kisah yang menarik.

6. Paradoks Kenyamanan dalam Kesendirian

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore