
Ilustrasi sepasang kekasih yang duduk berjauhan di sofa, salah satunya sibuk dengan ponsel, menunjukkan jarak emosional dan kurangnya perhatian./Freepik
JawaPos.com - Hubungan yang sehat memerlukan investasi waktu, energi, dan emosi yang setara dari kedua belah pihak. Sayangnya, ada saja individu yang hanya memberikan upaya minimal dalam kemitraan. Sikap ini terlihat jelas oleh pasangan mereka.
Melansir dari Geediting.com Sabtu (27/9), sikap kurang partisipasi dan keengganan untuk berkembang ini terwujud dalam beberapa kebiasaan.
Mengenali delapan kebiasaan ini dapat membantu Anda menilai kembali komitmen pasangan. Mari kita cermati delapan kebiasaan tersebut yang sering muncul.
1. Memprioritaskan Kebutuhan Diri Sendiri
Individu ini selalu mengutamakan kepentingan pribadi dan sering enggan untuk berkompromi dalam banyak hal. Mereka kurang memiliki kemauan untuk berkorban bagi kebahagiaan bersama dalam hubungan. Ini menunjukkan kurangnya kemauan untuk saling mengalah.
2. Menghindari Percakapan Mendalam
Mereka merasa nyaman hanya berinteraksi di tingkat permukaan dan tidak mau membahas masalah sensitif. Orang-orang ini menghindari keintiman emosional dan percakapan yang dapat memicu pertumbuhan bersama. Ini merupakan tanda keengganan untuk berubah.
3. Jarang Sekali Menunjukkan Apresiasi
Mereka cenderung menganggap remeh upaya pasangan dan jarang mengucapkan terima kasih atas hal-hal kecil. Kurangnya rasa syukur ini dapat membuat pasangan merasa tidak dihargai dan diabaikan. Ini merupakan hal yang krusial untuk hubungan yang seimbang.
4. Menghindari Tanggung Jawab
Satu di antara kebiasaan yang terlihat jelas, mereka akan menghindari akuntabilitas atas tindakan dan kesalahan mereka. Mereka mungkin mencari kambing hitam atau lari dari situasi yang menuntut mereka untuk bertanggung jawab. Hal ini membuat pasangan merasa kewalahan.
5. Bersikap Acuh Tak Acuh pada Perasaan Pasangan
Mereka tidak menunjukkan minat yang tulus atau dukungan emosional saat pasangan sedang berjuang. Orang-orang ini mungkin menepis kekhawatiran pasangan dan tidak berusaha untuk memahami emosi mereka. Sikap tidak peduli ini merusak fondasi hubungan.
6. Selalu Terlalu Sibuk untuk Berdua
Hubungan mereka selalu ditempatkan di posisi terakhir, karena ada saja hal lain yang dianggap lebih penting. Waktu berkualitas bersama jarang terjadi, dan pikiran mereka sering berkelana kemana-mana. Kualitas waktu sangat penting agar hubungan dapat berkembang.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
