Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 September 2025 | 06.42 WIB

Menurut Psikologi ada 8 Kebiasaan Kecil yang Bisa Diam-Diam Merusak Kesehatan Mentalmu, Hati-Hati!

Menurut Psikologi ada 8 Kebiasaan Kecil yang Bisa Diam-Diam Merusak Kesehatan Mentalmu, Hati-Hati! (Freepik/rawpixel.com) - Image

Menurut Psikologi ada 8 Kebiasaan Kecil yang Bisa Diam-Diam Merusak Kesehatan Mentalmu, Hati-Hati! (Freepik/rawpixel.com)

JawaPos.com - Pernahkah kamu mengalami hari-hari di mana sebenarnya tidak ada masalah besar, tetapi tetap saja merasa lelah, tidak termotivasi, dan suasana hati terasa hambar? Banyak orang berpikir bahwa kesehatan mental hanya dipengaruhi oleh peristiwa besar, seperti putus cinta, kehilangan pekerjaan, atau musibah. Padahal, kenyataannya justru kebiasaan kecil sehari-hari lah yang seringkali punya pengaruh paling besar.

Pada salah satu video dari kanal youtube psikologi populer yakni Psych2go dijelaskan bahwa, tanpa disadari, rutinitas sederhana yang terlihat sepele dapat mengikis energi, menurunkan semangat, dan membuat kita merasa tidak “jadi diri sendiri”. Kabar baiknya, dengan mengenali kebiasaan-kebiasaan ini sejak dini, kita bisa mengubah pola hidup dan memperbaiki kondisi mental sedikit demi sedikit.

Berikut adalah 8 kebiasaan kecil yang diam-diam bisa membuat kesehatan mentalmu memburuk, serta cara mengatasinya. Yuk dibaca sampai habis!

1. Melewatkan “Emotional Check-in”

Kapan terakhir kali kamu benar-benar bertanya pada diri sendiri, “Apa yang sebenarnya aku rasakan sekarang?” Bukan sekadar “baik” atau “biasa saja”, tetapi perasaan yang lebih dalam. Saat kita mengabaikan emosi, emosi itu tidak akan hilang. Sebaliknya, ia hanya akan terkubur dan menumpuk, berisiko memicu kecemasan atau burnout.

Cobalah mulai dengan menulis jurnal setiap hari atau menggunakan aplikasi untuk mencatat perasaan. Jika memungkinkan, lakukan kegiatan ini setip minggu bersama orang yang kamu percaya. Kesadaran emosional bukan hanya baik untuk diri sendiri, tetapi juga memperkuat hubunganmu dengan orang lain.

2. Doomscrolling di Pagi Hari

Mayoritas dari kita langsung meraih ponsel begitu bangun tidur. Namun, membaca berita negatif atau membandingkan diri dengan kehidupan “sempurna” orang lain di media sosial dapat memenuhi otak dengan stres sebelum hari dimulai.

Daripada scroll media sosial, mulailah pagi dengan cara lebih tenang: dengarkan musik, lakukan peregangan ringan, atau sekadar duduk dalam hening. Rutinitas ini bisa membantu menjaga energi mental sepanjang hari.

3. Selalu Bilang “Aku Baik-Baik Saja” Padahal Tidak

Menyembunyikan emosi memang terasa lebih mudah daripada membuka diri, tetapi menekan perasaan justru berbahaya. Penelitian menunjukkan bahwa menahan emosi dapat meningkatkan detak jantung dan memicu gejala depresi di kemudian hari.

Kamu tidak harus menceritakan semuanya pada semua orang, tetapi jujur pada diri sendiri adalah bentuk penyembuhan. Ingat, mengakui rasa sedih, kecewa, atau marah bukan tanda kelemahan, melainkan langkah menuju kesehatan mental yang lebih baik.

4. Makan Tanpa Sadar (Mindless Eating)

Sama seperti doomscrolling, makan tanpa benar-benar menikmati makanan membuat kita kehilangan momen. Ada istilah Jepang “Ichi-go ichi-e” yang berarti “sekali seumur hidup, satu makna”. Artinya, setiap momen seharusnya dirasakan sepenuhnya, termasuk saat makan.

Penelitian menunjukkan bahwa makan dengan penuh kesadaran (mindful eating) dapat meningkatkan kesehatan mental. Jadi, nikmatilah setiap suapan seolah itu adalah pengalaman baru, bukan sekadar rutinitas.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore