Ilustrasi perempuan yang trauma
JawaPos.com – Pernah merasa hubungan dewasa terasa sulit dijalani meski pasangan terlihat tulus? Atau justru selalu dihantui rasa takut ditinggalkan? Fenomena ini kerap berkaitan dengan trauma masa kecil yang masih terbawa hingga dewasa. Menurut para ahli, luka batin di masa lalu dapat membentuk cara seseorang berinteraksi, mencintai, hingga mempercayai orang lain.
Psikolog klinis Koleta Acintya dari kanal Bicarakan ID menjelaskan, trauma masa kecil biasanya muncul dari pengalaman emosional yang menyakitkan seperti penelantaran, kekerasan, atau kurangnya kasih sayang. Luka ini meninggalkan jejak dalam otak dan membentuk pola pikir negatif yang kemudian memengaruhi kualitas hubungan ketika dewasa.
Hal senada diungkap oleh dr. Elvine Gunawan, Sp.Kj, lewat akun TikTok pribadinya. Ia menyebut bahwa trauma masa kecil dapat menimbulkan kecemasan berlebihan. Misalnya, seseorang bisa jadi overthinking setiap kali pasangannya terlambat membalas pesan. Ini bukan sekadar masalah komunikasi, melainkan cerminan dari rasa tidak aman yang berakar pada pengalaman masa lalu.
Baca Juga: Overthinking Bikin Hidup Nggak Tenang, Begini Penjelasan Psikolog dan Cara Keluar dari Lingkarannya
Akun TikTok @lunabyyyy juga menyoroti bagaimana trauma membuat orang kesulitan percaya sepenuhnya pada pasangan. Meski sudah berada dalam hubungan yang sehat, perasaan was-was akan disakiti lagi sering muncul tanpa alasan jelas.
Kondisi ini dapat menimbulkan konflik berulang, bahkan mendorong seseorang untuk menarik diri atau sebaliknya menjadi terlalu bergantung pada pasangan.
Sementara itu, psikolog Jiemi Ardian melalui akun TikTok @jiemiardian menjelaskan bahwa trauma masa kecil sering kali menimbulkan “inner child” yang terluka. Ketika tidak disembuhkan, luka ini muncul dalam bentuk pola hubungan yang tidak sehat. Contohnya, seseorang bisa terus-menerus mencari validasi dari pasangan atau merasa tidak layak dicintai.
Penyebab dan Dampak pada Hubungan Dewasa
Trauma masa kecil dapat berakar dari berbagai faktor, antara lain:
Kehilangan figur orang tua di usia dini.
Kekerasan fisik maupun verbal dalam keluarga.
Kurangnya perhatian dan rasa aman.
Lingkungan rumah yang penuh konflik.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
