Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 Agustus 2025 | 18.50 WIB

Dinamika Toxic Masa Kecil yang Muncul Kembali dan Memengaruhi Masa Dewasa: Salah Satunya Dalam Memilih Pasangan

Ilustrasi dinamika toxic masa kecil yang memengaruhi masa dewasa (gpointstudio/freepik) - Image

Ilustrasi dinamika toxic masa kecil yang memengaruhi masa dewasa (gpointstudio/freepik)

JawaPos.com - Masa kecil adalah fondasi pembentukan kepribadian, pola pikir, dan cara seseorang menjalin hubungan.

Apa yang dialami dalam keluarga, terutama interaksi dengan orang tua dan saudara kandung, meninggalkan jejak emosional yang sering kali terbawa hingga dewasa.

Dinamika yang sehat dapat membangun kepercayaan diri dan keterampilan sosial, sedangkan pola toksik berisiko merusak kualitas hubungan dewasa.

Banyak individu yang memilih menjauh dari keluarga disfungsional dengan harapan memutus siklus luka batin.

Namun, pola emosional yang tidak terselesaikan justru dapat muncul kembali dalam hubungan pasangan.

Pengulangan konflik, pilihan pasangan yang salah, hingga kesulitan membaca isyarat emosional merupakan bentuk nyata dari bagaimana masa kecil memengaruhi kehidupan cinta.

Berikut adalah cara-cara pola tersebut muncul dan mengganggu hubungan dewasa yang dihimpun dari Psychology Today pada Selasa (26/08).

1. Penerapan Kembali Dinamika Lama

Kecenderungan untuk mengulang kembali pengalaman traumatis masa kecil, yang disebut “kompulsi pengulangan” oleh Sigmund Freud, sering kali tanpa disadari terbawa ke hubungan dewasa.

Individu dengan luka emosional yang belum terselesaikan cenderung memproyeksikan konflik lama pada pasangan.

Hal ini membuat hubungan menjadi ladang pertempuran lama yang belum pernah diselesaikan.

Penelitian dalam Journal of Couple & Relationship Therapy menemukan bahwa tingkat diferensiasi diri dari keluarga asal dapat memprediksi kualitas pernikahan.

Artinya, pola komunikasi yang tidak sehat sejak kecil sering kali kembali dalam bentuk kecemasan berlebih dan reaksi emosional yang tidak proporsional dalam hubungan romantis.

Dampak dari pola ini adalah pasangan merasa terbebani oleh perasaan yang bukan berasal dari mereka, melainkan dari luka keluarga terdahulu.

Tanpa disadari, individu menjadikan hubungan baru sebagai panggung untuk menyelesaikan masalah lama, yang justru menciptakan ketegangan berkepanjangan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore