Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 Agustus 2025 | 04.40 WIB

8 Kebiasaan Liburan yang Sering Dilakukan Tanpa Sadar Terlihat Berbeda

Ilustrasi sebuah koper besar yang dibawa oleh seorang turis di tengah keramaian, mencerminkan kebiasaan berlebihan./Freepik - Image

Ilustrasi sebuah koper besar yang dibawa oleh seorang turis di tengah keramaian, mencerminkan kebiasaan berlebihan./Freepik

JawaPos.com - Bepergian memang menjadi kegiatan menyenangkan. Namun, terkadang kebiasaan liburan seseorang bisa memberi sinyal halus tentang latar belakangnya.

Hal ini terutama berlaku bagi orang dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.

Melansir dari Geediting.com Senin (25/8), ada delapan hal yang sering mereka lakukan di luar negeri tanpa menyadari persepsi orang lain.

Perilaku-perilaku ini tidak salah, tetapi bisa membuat mereka terlihat kurang pengalaman di mata pelancong lain. Mari kita cermati delapan kebiasaan tersebut.

1. Memberi Uang Tip Berlebihan

Bagi mereka, memberi uang tip terlalu besar saat bepergian adalah hal yang normal. Ini bukan keputusan yang disengaja, melainkan respons naluriah di tempat yang asing. Memberi tip adalah hal yang sangat dipengaruhi budaya di setiap negara.

2. Membawa Banyak Barang

Membawa barang berlebihan adalah hal yang sering dilakukan para pelancong ini. Mereka membawa banyak pakaian dan barang untuk setiap kemungkinan skenario. Banyaknya barang bawaan ini dapat menciptakan kesan kurangnya rasa aman.

3. Tetap Berada di Area Turis

Satu di antara kebiasaan utama mereka adalah mengunjungi tempat-tempat wisata yang sudah sangat terkenal. Seolah naluriah, mereka cenderung mengikuti jalur yang sudah biasa dan direkomendasikan panduan. Padahal tempat itu sangat padat.

4. Berlebihan Saat Menawar

Kemampuan menawar harga adalah hal yang penting di negara sendiri, tetapi bisa jadi tidak sopan di luar negeri. Di luar negeri, menawar dengan agresif bisa dianggap tidak menghargai mata pencaharian orang lain. Ini dapat membuat mereka terlihat seperti pelit dan merendahkan.

5. Menghindari Makanan Lokal

Mereka cenderung memprioritaskan makanan yang dianggap "aman" atau menu murah di restoran cepat saji. Ini bisa jadi karena ingin berhemat, sehingga mereka menghindari pengalaman kuliner lokal. Kebiasaan ini membuat mereka kehilangan esensi dari perjalanan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore