Kreativitas adalah keterampilan psikologis yang mampu membuka peluang baru dari hal-hal tak terduga
JawaPos.com – Kreativitas sering dianggap bakat alami yang hanya dimiliki segelintir orang. Padahal, psikologi modern menegaskan bahwa kreativitas adalah keterampilan universal yang bisa diasah dan dimanfaatkan dalam berbagai aspek kehidupan.
Lebih dari sekadar melahirkan karya seni, kreativitas juga berperan dalam membuka peluang baru, bahkan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.
Menurut American Psychological Association (APA, 2009), kreativitas muncul dari interaksi antara pengetahuan, proses berpikir, dan motivasi intrinsik. Artinya, siapa pun sebenarnya bisa menjadi kreatif, asalkan mampu mengombinasikan pengalaman dengan cara berpikir yang berbeda dari biasanya.
Apa itu Kreativitas dan Mengapa Penting?
The British Psychological Society menjelaskan bahwa kreativitas adalah kemampuan menghasilkan ide orisinal yang relevan dengan konteksnya (BPS, 2021). Dalam dunia modern, kreativitas bukan hanya penting bagi seniman, tetapi juga profesional, pelajar, hingga wirausaha. Sebab, kreativitas dapat membantu seseorang menemukan solusi inovatif dalam menghadapi tantangan hidup.
Lebih menarik lagi, penelitian dalam Creativity Research Journal (2019) menegaskan bahwa kreativitas sering kali berjalan beriringan dengan “serendipity”, kemampuan menemukan peluang tak terduga dari hal-hal yang tampak sepele. Misalnya, rasa bosan yang biasanya dianggap negatif justru dapat memicu otak untuk berpikir lebih bebas dan menemukan ide baru (Psychology Today, 2022).
Bagaimana Kreativitas Muncul?
Studi yang dipublikasikan di Frontiers in Psychology (2021) menunjukkan bahwa proses kreatif melibatkan jaringan saraf otak yang disebut default mode network (DMN). Jaringan ini aktif saat seseorang berkhayal, merenung, atau melamun. Itulah sebabnya, ide brilian sering muncul saat sedang santai atau tidak terikat rutinitas.
Selain itu, penelitian dari Journal of Creative Behavior (2022) menemukan bahwa kondisi emosional positif, seperti rasa ingin tahu dan optimisme, memperbesar kemungkinan munculnya kreativitas. Sebaliknya, stres kronis justru dapat menghambat kemampuan berpikir kreatif.
Banyak inovasi besar lahir dari kreativitas sederhana. Contohnya, teknologi Post-it ditemukan karena “kegagalan” eksperimen lem yang ternyata terlalu lemah, namun justru bermanfaat di kemudian hari. Fenomena ini menunjukkan bahwa kreativitas bukan hanya soal ide besar, tetapi juga soal melihat potensi dalam hal yang tampak sepele.
Menurut Psychology Today (2021), orang dengan pola pikir kreatif cenderung lebih terbuka pada ketidakpastian. Mereka tidak takut menghadapi hasil yang berbeda dari rencana awal, karena justru dari ketidakpastian itulah peluang baru sering muncul.
Bagaimana Cara Melatih Kreativitas?
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
Hasil Piala Presiden: Persebaya Surabaya vs Arema FC 1-0, Yuran Fernandes Gacor!
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
