Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 Agustus 2025 | 05.22 WIB

Motivasi Diri Sering Turun? Begini Rahasia Psikologi Agar Tetap Konsisten Fokus Mengejar Impian Sehari-hari

Motivasi adalah energi psikologis yang menentukan konsistensi seseorang dalam mencapai tujuan

JawaPos.com – Hampir semua orang pernah merasakan kehilangan semangat. Entah itu ketika harus menyelesaikan tugas penting, berolahraga, atau bahkan sekadar bangun pagi.

Namun, menurut psikologi, motivasi bukan sekadar “rasa malas” atau “tidak niat”, melainkan respons kompleks antara otak, emosi, dan tujuan yang kita miliki.

Psikolog dari American Psychological Association (APA) menjelaskan bahwa motivasi muncul dari kombinasi dorongan internal (intrinsik) dan eksternal (ekstrinsik).

Intrinsik muncul dari kepuasan pribadi, misalnya keinginan berkembang, sedangkan ekstrinsik datang dari faktor luar seperti hadiah, pengakuan, atau tekanan sosial.

Mengapa Motivasi Sering Naik Turun?

Menurut Verywell Mind, otak manusia cenderung mencari kenyamanan dan menghindari rasa sakit. Itulah mengapa kita lebih suka menunda pekerjaan dibanding menghadapi tantangan. Fenomena ini dikenal dengan procrastination loop, di mana kepuasan jangka pendek terasa lebih menarik dibanding hasil jangka panjang.

Penelitian dalam National Center for Biotechnology Information juga menunjukkan bahwa kondisi psikologis seperti stres, kecemasan, hingga kurang tidur dapat menurunkan motivasi. Hal ini menjelaskan mengapa mengatur emosi dan kesehatan mental sangat penting dalam menjaga semangat.

Psikologi di Balik Motivasi Diri

  1. Tujuan yang jelas. Studi Psychology Today (2022) menekankan bahwa motivasi meningkat saat seseorang memiliki tujuan yang spesifik dan terukur. Tujuan kabur justru membuat energi mental cepat habis.

  • Self-talk positif. Kata-kata yang kita ucapkan pada diri sendiri memengaruhi rasa percaya diri. Kalimat sederhana seperti “Saya bisa menyelesaikannya” terbukti meningkatkan fokus dan daya juang.

  • Imbalan kecil. Sistem otak merespons positif pada reward system. Memberi hadiah kecil setelah menyelesaikan target mampu meningkatkan konsistensi kebiasaan.

  • Mindset berkembang. Psikolog Carol Dweck memperkenalkan konsep growth mindset, yaitu keyakinan bahwa kemampuan bisa ditingkatkan melalui usaha. Pola pikir ini membuat individu lebih tangguh menghadapi kegagalan.

  • Editor: Setyo Adi Nugroho
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore