Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 Agustus 2025 | 21.46 WIB

Orang yang Tumbuh dalam Bayang-Bayang Saudara Kandung Biasanya Mengembangkan 7 Kualitas Halus Ini di Kemudian Hari Menurut Psikologi

seseorang yang tumbuh dalam bayang-bayang saudara kandung (Freepik/artursafronovvvv) - Image

seseorang yang tumbuh dalam bayang-bayang saudara kandung (Freepik/artursafronovvvv)

JawaPos.com - Setiap keluarga punya dinamika unik. Ada anak yang selalu jadi pusat perhatian, ada pula yang terbiasa berada “di belakang layar.”

Mereka yang tumbuh dalam bayang-bayang saudara kandung sering kali merasakan posisi yang tidak sepenuhnya dominan: mungkin dibandingkan, mungkin merasa kurang bersinar, atau sekadar lebih banyak diam ketika kakak atau adik lebih menonjol.

Namun, menurut psikologi perkembangan, pengalaman inilah yang kerap membentuk kualitas halus yang justru berharga di masa dewasa.

Dilansir dari Geediting pada Jumat (22/8), terdapat tujuh kualitas mendalam yang biasanya berkembang pada mereka yang pernah merasakan tumbuh di balik sorotan saudara kandungnya.

1. Empati yang Lebih Kuat

Anak yang terbiasa tidak selalu jadi pusat perhatian belajar peka terhadap perasaan orang lain.

Mereka sering “membaca situasi” sebelum bertindak, karena sudah terbiasa menyesuaikan diri dengan suasana keluarga yang lebih banyak diarahkan pada saudara kandungnya.

Inilah yang membuat mereka tumbuh menjadi orang dengan sensitivitas emosional tinggi—mampu memahami isyarat halus dari orang lain.

2. Kemampuan Mendengarkan yang Tajam

Ketika suara mereka tidak selalu jadi yang paling keras di ruang keluarga, mereka belajar mendengar.

Tidak sekadar mendengar, tetapi benar-benar memperhatikan detail kecil: nada suara, pilihan kata, bahkan ekspresi.

Psikologi komunikasi menunjukkan bahwa orang dengan latar belakang ini sering unggul dalam menjadi pendengar setia, sebuah kualitas langka yang dibutuhkan dalam hubungan interpersonal.

3. Kerendahan Hati yang Mengakar

Tumbuh di bawah bayang-bayang berarti terbiasa tidak selalu jadi yang pertama dipuji atau diapresiasi.

Hal ini bisa membentuk sikap rendah hati yang tulus.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore