Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 2 Agustus 2025 | 00.55 WIB

Orang yang Mencapai Puncak Kesuksesan Setelah Usia 40 Tahun, Biasanya Menjaga 8 Kebiasaan Rahasia Ini dalam Hidup Mereka

Orang yang Mencapai Puncak Kesuksesan Setelah Usia 40 Tahun Menjaga 8 Kebiasaan Rahasia Ini dalam Hidup Mereka./Pexels. - Image

Orang yang Mencapai Puncak Kesuksesan Setelah Usia 40 Tahun Menjaga 8 Kebiasaan Rahasia Ini dalam Hidup Mereka./Pexels.

JawaPos.com - Bagi banyak orang yang “telat berkembang”, kesuksesan setelah usia 40 bukan soal strategi besar atau motivasi ala seminar.

Mereka telah memecahkan kode-kode kecil tentang diri sendiri dan memilih untuk tidak menjelaskannya ke siapa pun. Bukan karena malu. Tapi karena capek harus bilang, “Ya, berbicara dengan tanaman memang membuatku waras.”

Yang mereka lakukan mungkin terlihat aneh. Tapi kebiasaan-kebiasaan inilah yang jadi pondasi dari babak kedua hidup yang jauh lebih kuat dan autentik.

Berikut adalah delapan kebiasaan rahasia yang mereka jaga ketat, seperti dilansir dari VegOut.

1. Mereka rutin berdiskusi dengan diri sendiri

Bersuara lantang. Kadang di mobil, kamar mandi, dapur kosong. Mereka memecahkan masalah, berlatih presentasi, atau menyelesaikan argumen dengan orang yang bahkan tidak hadir. Kadang mereka memerankan dua, tiga karakter sekaligus.

Bagi mereka, dialog internal lebih efektif daripada jurnal atau meditasi. Tapi jangan harap mereka akan mengakuinya di acara makan malam. Dunia belum siap menerima “aku habis debat sengit sama diriku sendiri” sebagai bentuk refleksi yang sah.

2. Mereka menyimpan proyek kreatif yang tidak akan dilihat siapa pun

Novel jelek di laci meja. Lukisan sembunyi di lemari. Lirik lagu di tisu bekas. Akun Instagram yang dikunci tanpa pengikut. Proyek-proyek ini tidak ditujukan untuk dunia—hanya untuk mereka sendiri.

Mereka menciptakan demi proses, bukan pamer. Karena mereka tahu, beberapa ide terbaik akan mati begitu dihadapkan pada opini orang lain.

3. Mereka mengambil cuti kesehatan mental dan berbohong tentang alasannya

Bukan saat sakit fisik, tapi saat benar-benar butuh menatap dinding, menonton serial maraton, atau sekadar diam tanpa tujuan. Mereka sudah ahli memainkan suara batuk saat menelepon kantor.

Mereka tahu bahwa mengatakan, “Aku butuh sehari penuh untuk tidak melakukan apa pun,” bukanlah hal yang diterima di budaya yang haus produktivitas. Jadi, mereka memilih versi yang bisa dimengerti: migrain.

4. Mereka punya ritual makan yang tidak bisa ditawar

Makan malam dengan sereal di hari Selasa. Minum jus acar sebelum presentasi. Makan siang pukul 10.30 karena ya, lapar. Pola makan mereka mungkin membuat ahli gizi tercengang.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore