Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 31 Juli 2025 | 18.24 WIB

6 Ungkapan Pria Saat Mereka Menerima Kekosongan Hidup, Bukan Kebahagiaan Sejati

Ilustrasi seorang pria memegang secangkir kopi, menatap kosong ke luar jendela, dengan ekspresi yang menunjukkan kehampaan batin./Freepik - Image

Ilustrasi seorang pria memegang secangkir kopi, menatap kosong ke luar jendela, dengan ekspresi yang menunjukkan kehampaan batin./Freepik

JawaPos.com - Hidup dapat menjadi perjalanan yang kompleks dengan banyak pasang surut emosi.

Namun, beberapa pria mungkin secara tak sadar memilih untuk menetap dalam kehampaan. Hal ini terjadi alih-alih mengejar kebahagiaan sejati yang sesungguhnya bisa diraih.

Melansir dari Geediting.com Kamis (31/7), psikologi mengidentifikasi ungkapan-ungkapan tertentu yang mereka gunakan.

Ungkapan ini menjadi tanda bahwa mereka telah berkompromi dengan rasa kosong. Mengenali tanda-tanda verbal ini dapat membantu kita untuk memahami mereka lebih baik.

1. "Ini Hanya Bagian dari Kehidupan, Kan?"

Ungkapan ini sering menjadi cara mereka untuk menormalisasi perasaan datar. Seolah-olah hidup memang ditakdirkan tanpa sukacita yang mendalam. Mereka menggunakan frasa ini untuk meyakinkan diri bahwa ini adalah takdir yang tak terhindarkan.

Ini merupakan upaya menekan keinginan akan kegembiraan dan antusiasme. Mereka secara tidak sadar menerima status quo yang ada.

2. "Aku Tidak Mengeluh, Kok"

Pria yang menggunakan kalimat ini cenderung menghindari diskusi tentang perasaan batin mereka. Mereka mungkin merasa tidak berhak bahagia atau takut dicap lemah oleh orang lain. Ungkapan ini adalah pertahanan diri yang kuat.

Ini menjadi cara untuk meremehkan ketidakbahagiaan mereka sendiri. Mereka mengisyaratkan bahwa tidak ada yang perlu dibicarakan.

3. "Yang Penting Semua Baik-Baik Saja"

Frasa ini menunjukkan fokus pada stabilitas dan keamanan eksternal di atas kebahagiaan batin. Mereka menempatkan prioritas pada keadaan yang tidak bermasalah. Ini merupakan tanda mereka menerima hidup tanpa suka cita.

Mereka juga memprioritaskan penampilan di atas segalanya. Ini merupakan cara mereka untuk menghindari ketidaknyamanan emosional.

4. "Tidak Ada Waktu untuk Hal-Hal Seperti Itu"

Pria yang mengucapkan ini sering merasa terlalu sibuk untuk mengejar kebahagiaan pribadi. Mereka menganggap kegembiraan adalah kemewahan yang tidak terjangkau. Ini adalah alasan yang sering dipakai untuk menghindari kegembiraan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore