
Ilustrasi dampak emosional dan kesehatan mental. (freepik.com)
JawaPos.com - Tak mengejutkan jika perundungan siber menjadi salah satu sumber stres terbesar bagi anak-anak dan remaja saat ini. Di era digital, tekanan tidak hanya datang dari lingkungan sekitar, namun juga dari dunia maya yang terus terhubung. Menurut data riset, sekitar 32% anak yang menjadi korban cyberbullying mengaku mengalami setidaknya satu gejala stres.
Tapi dampaknya tak berhenti di sana. Banyak dari mereka juga merasa malu, terluka secara emosional, bahkan diliputi ketakutan terhadap keselamatan diri mereka sendiri. Merangkum Parents, berikut ini beberapa dampak emosional dan kesehatan mental dari terjadinya tindakan cyberbullying.
1. Isolasi diri
Cyberbullying tak hanya menyakitkan secara emosional, namun juga bisa membuat anak merasa dikucilkan dari lingkungan sosialnya, terutama di sekolah. Akibatnya, mereka mampu merasa kesepian dan kehilangan dukungan teman yang sangat penting di masa tumbuh kembang. Orang tua sering menyarankan mematikan ponsel atau komputer sebagai solusi cepat.
Padahal, bagi anak-anak, perangkat digital menjadi cara utama mereka berkomunikasi dan merasa terhubung. Memutus akses ini justru dapat memperparah rasa keterasingan. Daripada membatasi, lebih baik orang tua hadir dan mendengarkan. Pendampingan yang penuh empati bisa membantu anak merasa aman guna terbuka dan mengatasi dampaknya secara sehat.
2. Amarah
Tak sedikit korban perundungan siber yang merasakan amarah mendalam terhadap perlakuan yang mereka terima. Bahkan, studi menyatakan bahwa kemarahan menjadi reaksi paling umum yang dialami anak-anak dan remaja usai menjadi sasaran cyberbullying, disusul oleh perasaan kesal dan cemas. Dalam beberapa kasus, kemarahan ini mampu berkembang menjadi keinginan untuk membalas dendam.
Sayangnya, ketika anak merespons perundungan dengan tindakan balasan, mereka justru berisiko terjebak dalam siklus pelaku dan korban yang sulit diputus. Inilah mengapa penting bagi orang tua dan pendamping untuk tidak mengabaikan tanda-tanda kemarahan berlebihan.
Jika anak terlihat sangat emosional, mungkin ini saat yang tepat mengajak mereka berbicara dengan konselor atau terapis. Pendampingan profesional dapat membantu mereka menyalurkan kemarahan secara sehat bukan dengan kekerasan, tapi melalui cara-cara yang lebih produktif dan membangun kepercayaan diri.
3. Ketidakberdayaan
Menjadi korban perundungan siber dapat membuat remaja merasa terus-menerus terancam dan tidak aman. Berbeda dengan perundungan fisik, serangan daring bisa masuk ke ruang paling pribadi mereka seperti kamar tidur melalui ponsel atau komputer, kapan saja. Kondisi ini membuat mereka merasa tak punya tempat aman untuk berlindung.
Rasa tidak berdaya ini semakin kuat sebab banyak pelaku cyberbullying bersembunyi di balik anonimitas. Ketidakpastian mengenai siapa yang menyakiti mereka mampu meningkatkan rasa takut dan cemas. Dalam beberapa kasus, pelakunya justru adalah orang yang mereka kenal, bahkan secara jelas menunjukkan identitasnya ketika melakukan perundungan.
Menurut pandangan terkini dalam bidang kesehatan remaja, dampak perundungan siber tidak mampu dianggap sepele. Rasa takut yang berkepanjangan dapat memengaruhi kesehatan mental, maka rasa percaya diri, dan kualitas hidup remaja.
4. Depresi dan kecemasan
Perundungan siber bukan hanya masalah di dunia digital dampaknya nyata dan bisa menghancurkan kesehatan mental korban. Banyak anak dan remaja yang menjadi target mengalami kecemasan, depresi, serta gangguan stres lainnya

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
