Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 Juli 2025 | 03.54 WIB

Mengapa Beberapa Orang Sering Menyalahkan Orang Lain: Ini Penjelasan Psikologis dan Cara Menghadapinya

Ilustrasi menyalahkan orang lain (Freepik) - Image

Ilustrasi menyalahkan orang lain (Freepik)

JawaPos.com - Pernahkah Anda berada dalam situasi di mana seseorang terus-menerus menyalahkan orang lain atas kesalahan yang sebenarnya berasal dari dirinya sendiri? 

Fenomena ini ternyata bukan sekadar kebiasaan buruk, melainkan bisa jadi merupakan mekanisme pertahanan psikologis yang kompleks. 

Menyalahkan orang lain dapat menjadi cara seseorang menghindari rasa malu, rasa bersalah, atau bahkan kegagalan dalam mengatur emosi diri.

Dalam dunia psikologi, perilaku ini dikenal sebagai proyeksi yakni ketika seseorang memindahkan emosi atau kekurangan diri sendiri kepada orang lain

Proyeksi sering muncul saat individu mengalami tekanan emosional dan belum memiliki keterampilan yang cukup untuk mengelolanya. 

Mereka merasa lebih nyaman jika kesalahan tampak berasal dari luar dirinya, bukan dari dalam.

Melalui berbagai studi psikologis, ditemukan bahwa orang dengan kemampuan regulasi emosi yang buruk cenderung lebih sering menyalahkan orang lain. 

Namun, memahami akar masalah ini bukan berarti kita membenarkan perilakunya. 

Sebaliknya, dengan memahami dinamika ini, Anda dapat bersikap lebih bijak dalam merespons dan menghindari dampak psikologis negatif akibat perilaku tersebut.

Simak selengkapnya yang telah dirangkum dari Psychology Today pada Kamis (24/07).

1. Proyeksi: Cara Ego Bertahan dari Emosi Negatif

Proyeksi merupakan mekanisme pertahanan yang terjadi ketika seseorang tidak ingin atau tidak sanggup menghadapi emosi negatif yang muncul dari dalam dirinya. 

Daripada mengakui bahwa kesalahan berasal dari dirinya, ia lebih memilih mengalihkan kesalahan itu kepada orang lain. 

Dalam konteks ini, menyalahkan menjadi semacam pelarian diri dari rasa malu, rasa bersalah, atau ketakutan akan penilaian sosial.

Misalnya, seseorang yang merasa cemburu secara tidak sadar bisa menuduh pasangannya yang berselingkuh, padahal perasaan curiga itu berasal dari pikirannya sendiri. 

Dalam jangka pendek, proyeksi mungkin membuat pelaku merasa lebih lega. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore