Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 Juli 2025 | 06.07 WIB

7 Ungkapan Ini Sering Digunakan Orang Angkuh dalam Percakapan Santai

Seseorang berbicara dengan ekspresi percaya diri berlebihan, menunjukkan tanda-tanda keangkuhan dalam percakapan santai./Freepik - Image

Seseorang berbicara dengan ekspresi percaya diri berlebihan, menunjukkan tanda-tanda keangkuhan dalam percakapan santai./Freepik

JawaPos.com - Rasa percaya diri memang suatu hal yang positif, namun kesombongan seringkali termanifestasi melalui pilihan kata tertentu.

Ungkapan-ungkapan khusus ini tanpa disadari dapat mengungkapkan keangkuhan seseorang dalam percakapan sehari-hari. Penting untuk memahami frasa-frasa tersebut agar kita dapat mengenali pola komunikasi ini.

Artikel ini akan menjelaskan beberapa frasa umum yang sering digunakan oleh orang-orang yang menganggap diri penting. Melansir dari Geediting.com Jumat (18/7), kesadaran ini membantu kita memahami dinamika interaksi sosial dengan lebih baik. Mari kita selami frasa-frasa yang dimaksud.

Berikut adalah tujuh frasa yang sering diucapkan oleh mereka yang merasa penting:

  1. "Sejujurnya..."

Frasa ini kadang menyiratkan bahwa pembicara memiliki kebenaran atau pengetahuan yang lebih tinggi. Ini secara halus meninggikan status mereka dalam sebuah diskusi. Mereka ingin terlihat lebih berpengetahuan.

  • "Saat saya dulu di..."

  • Terus-menerus merujuk pada pencapaian atau afiliasi masa lalu yang mengesankan, seperti "Saat saya dulu di Harvard...", berfungsi sebagai pengingat berkelanjutan. Ini menunjukkan status mereka yang lebih tinggi, bahkan dalam diskusi biasa. Mereka ingin orang lain tahu latar belakang mereka.

    Kata ini sering digunakan untuk mengoreksi atau menyanggah pendapat orang lain. Ini menunjukkan bahwa pembicara percaya memiliki pengetahuan yang lebih akurat atau luas. Sebuah studi dari University of Michigan menemukan pengguna frasa ini sering dianggap merendahkan.

  • "Saya biasanya tidak..."

  • Frasa ini digunakan untuk menyombongkan kebiasaan, selera, atau pengalaman unik secara halus. Ini memisahkan mereka dari masyarakat umum. Mereka ingin dianggap istimewa.

  • "Saya sudah tahu itu sebelum populer"

  • Ungkapan ini menyiratkan selera atau pandangan jauh ke depan yang superior. Ini menegaskan bahwa mereka adalah penggemar atau mengetahui sesuatu sebelum menjadi mainstream. Mereka ingin menjadi yang terdepan.

  • "Saya tidak punya waktu untuk..."

  • Editor: Setyo Adi Nugroho
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore